0
P3M, Ciputat — Selasa (5/4), Kelompok Studi Manbaul Afkar, Korps PMII Puteri dan Pendidikan untuk Semua mengadakan diskusi menyoal pendidikan, khususnya pendidikan tinggi di universitas. Bertempat di Aula PMII, pukul 20.00 hingga 22.00 lebih, kegiatan diskusi berlangsung. 21 mahasiswi hadir dalam diskusi tersebut. Fasilitator oleh Masykrudin Hafidz dan Very Verdiansyah, memandu diskusi.
Persoalan yang dikemukaan Yelia, mahasiswi Tarbiyah “biaya pendidikan menjadi perkara utama. Di samping itu kita tidak bisa mengharapkan pelayanan terbaik dari kampus,” ujar Yelia. Selain diskusi langsung, para peserta diskusi saling mengemukakapan pendapatnya secara kritis. Misal ega membantah pendapat Azizah ketika membahas komersialisasi dan DIPA.
“Pandangan bahwa kampus UIN Jakarta go international university. Jadi, persoalan yang seharusnya dirubah tentang kampus adalah memperbaiki kelembagaan kampus terlebih dahulu.” Demikian Dian mahasiswi jurusan manejemen menambahkan.
Para peserta yang sebagian besar mahasiswi aktivis organisasi di kampus menanggapi pentingnya kegiatan diskusi semacam ini bisa tetap berlangsung. Tujuannya, keterbukaan komunikasi bisa tanpa saling curiga bisa dihindarkan. Tidak hanya mahasiswa sebagai civitas akademika, melainkan juga pihak pengambil kebijakan pendidikan di kampus. Cita-cita agar ketidakjomplangan tidak terjadi dan bisa menciptakan pendidikan yang berkeadilan.
“Mahasiswa sebagai kelompok sosial yang diuntungkan karena bisa mengakses pendidikan tinggi setidaknya tidak rabun pada masalah sosial khususnya pendidikan. Dari kitalah perubahan negeri ini bisa jadi lebih baik,” Very menutup kegiatan diskusi.
Redaksi P3M

NU Geregetan Kelompok Radikal di Indonesia Dibiarkan Kepolisian

Previous article

Gubuk 2 x 3 Dihuni Janda dan 6 Anaknya

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Efa