Pilihan EditorProfil Pesantren

Pesantren Al Kahfi Somolangu, Jejak Pengabdian Syeikh Abdul Kahfi Al Hasani di Selatan Jawa Tengah

718
×

Pesantren Al Kahfi Somolangu, Jejak Pengabdian Syeikh Abdul Kahfi Al Hasani di Selatan Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Salah satu bangunan pesantren Al Kahfi Sumolangu yang masih bertahan sampai sekarang ( Foto istimewa)

Menurut tulisan yangaada pada batu prasastinya pondok tersebut telah ada sejak pada 25 Sya’ban 879 H atau 4 Januari 1475 M.

P3M.OR.ID. Salah satu pesantren tertua di Indonesia adalah Pondok Pesantren Al Kahfi., Somalangu, Kebumen. Pesantren yang terletak di selatan Jawa Tengah sudah berdiri ratusan tahun lalu. Menurut tulisan yangaada pada batu prasastinya pondok tersebut telah ada sejak pada 25 Sya’ban 879 H atau 4 Januari 1475 M.

Salah satu catatannya adalah prasasti batu Zamrud Siberia. Prasasti  berbobot 9 yang terletak dalam masjid pondok pesantren memiliki bergambar hewan bulus berkaki tiga. Selain itu ada tulisan huruf Jawa dan Arab. Huruf Jawa menandai candra sengkalanya tahun dengan bunyi “Bumi Pitu Ina”. Sedangkan tulisan huruf Arab adalah penjabaran dari arti candra sengkala tahun dalam kalender Hijriyah. Adapun angka dan tanggal yang tertera dalam huruf Arab pada prasasti batu itu tertulis 25 Sya’ban 879 H.

Adapun pendirinya pesantren Al kahfi ini adalah Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani. Beliau merupakan anak pertama dari 5 bersaudara yang lahir dari pasangan Abdur Rasyid bin Abdul Majid Al-Hasani dan Syarifah Zulaikha binti Mahmud bin Abdullah bin Sayid Shahabuddin Al-Huseini. Ayahnya merupakan keturunan ke 22 dari Rasulullah saw. Konom Abdul Kahfi Al-Hasani datang ke Jawa tahun 852 H/1448 M pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya I yang 1447 – 1451.

Dalam sebuah tulisannya di laman aroengbinang.com menyebut bahwa tahun 1448 M Syekh Abdul Kahfi datang ke Pulau Jawa dan mendarat di Pantai Karang Bolong, Kebumen. Saat itu beliau berusia 24 tahun dan berhasil mengislamkan penduduk Desa Candi, Candiwulan, dan Candimulyo. Namun kemudian Abdul Kahfi pergi ke Ampel, Surabaya, untuk membantu dakwah Sunan Ampel. Tiga tahun kemudian pindah ke Sayung, Demak, dan mendirikan pesantren. Beberapa tahun di sana, Syekh Abdul Kahfi pindah lagi ke Kudus dan menjadi guru Ja’far Shodik atau Sunan Kudus. Abdul Kahfi juga mendatangkan sahabatnya Abu ‘Amrin dari Hadramaut untuk membantu Sultan Demak Raden Fatah.

Berdirinya Pesantren Al Kahfi

Pada usia 45 tahun menikah dan kemudian pindah ke Somalangu untuk mendirikan pesantren. Di Somalangu inilah akhirnya bermukim mengajar. Tercatat beliau terhitung cukup lama dalam mengasuh Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu yaitu 130-an tahun. Syeikh Abdul Kahfi Al Hasani wafat pada 15 Sya’ban 1018 H atau 12 November 1609 M dan dimakamkan di bukit Lemah Lanang, Somalangu, Kebumen.. Sejak berdiri, Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu telah mengalami pergantian pimpinan sebanyak. Banyak alumni menjadi tokoh terkenal yang pernah nyantri di Al Kahfi antara lain Kyai Abbas Buntet Cirebon, Kyai Dalhar Watu Congol Muntilan, dan Kyai Dahlan Jampes.

Pesantren Al-Kahfi ini sangat kaya peninggalan historis. Salah satunya adalah Masjid Al-Kahfi yang kokih berdiri hingga sekarang. Masjid yang ada dalam komplek pesantren Al Kahfi ini masuk dalam daftar bangunan cagar budaya Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng. Selain itu bangunan asrama lama pondok tempat belajar santri juga menjadi saksi perkembangan pesantren. Sebuah rumah panggung yang di bawahnya sekaligus ada kolam-kolam tempat wudlu juga masih dipertahankan. Di pintu rumah panggung tersebut tertulis nama komplek yakni ‘Pasukan Bangkong Reang’.

Mengutip dari laman no.or.id, pesantren Al Kahfi mempertahankan metodologi pembelajaran klasik seperti sorogan dan bandongan. Kitab-kitab yang diajarkan antara ilmu nahwu, shorof fiqih, tafsir Al-Qur’an dan hadits. Kemudian ada beberapa kitab fiqih seperti Safinatun Najah, Fatkhul Qarib, Fatkhul Muin, dan Fatkhul Wahab.

Selain metode klasik, dalam pembelajaran agama Pesantren Al-Kahfi juga menerapkan sistem klasikal melalui madrasah diniyah (madin). Santri terbagi sesuai tingkatan yakni Ibtida (awal), Wustho, dan Uliya. Sebagian proses pembelajaran agama itu dilaksanakan pada sore dan malam hari hingga setelah subuh. Maklum, sebagian besar santri juga belajar ilmu umum baik di SMP Al-Kahfi, SMA Al-Kahfi, dan SMK Al-Kahfi. Sekolah umum yang berada di bawah yayasan pesantren dan lokasi gedungnya juga berada di dalam komplek pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *