KabarKabar PesantrenPilihan Editor

Pesantren Di Seluruh Cianjur Akan Dapat Pelajaran Bertani

114
×

Pesantren Di Seluruh Cianjur Akan Dapat Pelajaran Bertani

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi santri bertani

Untuk mewujudkan Ekosistem Ketahanan Pangan Terintegrasi (PANGSI) pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melibatkan pondok pesantren dengan pelajaran tambahan bertani.

 

P3M.OR.ID. Dalam rangka mewujudkan Ekosistem Ketahanan Pangan Terintegrasi (PANGSI) pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melibatkan pondok pesantren. Untuk itu semua pesantren di wilayah tersebut akan mendapatkan pelajaran tambahan yaitu bertani.

Hal tersebut dikatakan Bupati Cianjur Herman Suherman Senin (22/1). Penambahan pelajaran bertani pada pesantren ini seiring kesepakatan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan di Jawa Barat. “Melalui Implementasi program Cianjur Project nantinya akan terbentuk Ekosistem Ketahanan Pangan Terintegrasi (PANGSI). Ekosistem ini akan melibatkan peran strategis pondok pesantren yang tersebar di setiap kecamatan di Cianjur sebagai unit usaha syariah yang potensial,” katanya.

Pengembangan program berbagi pengetahuan pertanian ini akan melalui pondok pesantren yang jumlahnya lebih dari 1.000 ponpes. Selain itu juga dengan melibatkan peran strategis pondok pesantren lainnya yang tersebar di setiap kecamatan di Cianjur.

Dukungan Untuk Program Bertani Pesantren

Nantinya melalui program ini setiap pondok pesantren akan memberikan pelajaran bertani pada santri-nya. Harapannya ketika pulang ke kampung halamannya, para santri tersebut dapat mengembangkan keahlian bertani-nya seiring dukungan lahan pertanian yang masih tersedia luas di setiap kecamatan. “Kalau petani semakin banyak dan lahan yang luas, tentunya akan menghasilkan panen yang lebih banyak. Sehingga target Cianjur sebagai lumbung padi di Jabar dapat mensuplai beras lebih banyak ke kabupaten/kota di Jabar dan Indonesia dapat terwujudkan,” katanya.

Sementara itu Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina mendukung program ini. ia mengatakan bahwa dalam membangun Ekosistem PANGSI dan perluasan digitalisasi yang ada dalam program Cianjur Project ada program pengembangan pondok pesantren sebagai unit usaha pendukung.

“Pondok pesantren sebagai pendukung ekosistem ketahanan pangan dan pengendalian inflasi serta perluasan digitalisasi sejalan dengan program kerja Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat dalam mendorong halal value chain di Jabar,” katanya.

Selain itu Yuke berharap Cianjur Project dapat menjadi solusi pengendalian inflasi jangka menengah, mendukung pengentasan kemiskinan, pengangguran dan stunting, sekaligus mendorong potensi Jabar selatan sebagai motor pertumbuhan selain Jabar Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *