KabarKabar PesantrenPilihan Editor

PBNU dan BSI Kembangkan Aplikasi Kamus Bahasa Arab Al Munawwir

54
×

PBNU dan BSI Kembangkan Aplikasi Kamus Bahasa Arab Al Munawwir

Sebarkan artikel ini
Peluncuran kamus bahasa Arab digital Al Munawwir ( Foto dok. Pondok Pesantren Krapyak)

Pengembangan aplikasi ini dalam rangka meningkatkan literasi digital untuk pondok pesantren dan para santri agar lebih modern dan memiliki daya saing

P3M.ONLINE. Dalam rangka meningkatkan literasi digital untuk pondok pesantren dan para santri agar lebih modern dan memiliki daya saing PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengembangkan aplikasi Al- Munawwir. Aplikasi ini adalah aplikasi kamus digital Bahasa Arab-Indonesia.

Arah dari kolaborasi antara BSI dan RMI adalah mendorong pondok pesantren dan santri yang adaptif pada era digital. Pihak BSI menilai peningkatan literasi melalui aplikasi kamus digital menjadi salah satu hal yang penting untuk kemajuan pondok pesantren ke depannya.

“BSI terus berupaya meningkatkan literasi digital untuk pondok pesantren dan para santri agar lebih modern dan memiliki daya saing. Peluncuran kamus digital Al-Munawwir ini merupakan langkah awal untuk menghasilkan santri-santri yang melek digital dan berwawasan luas,” kata Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna di Jakarta, Kamis.

Menurutnya aplikasi Al-Munawwir sendiri terdapat beberapa fitur yang dapat membantu dan mempermudah para santri. Salah satunya adalah pencarian cerdas untuk Bahasa Arab tanpa memerlukan harokat pada kata yang diinput dan dapat dengan berbagai bentuk bahasa.

Selain itu dalam aplikasi tersebut terdapat juga penunjukkan akar kata (Fi’il Madhi) untuk semua kata masukan dan tampilan agregasi, dari semua akar Bahasa Arab dalam kamus Al-Munawwir. Lalu ada pula analisis kata Bahasa Arab dengan yang memberikan gambaran tentang pengelompokan kata, dari satu akar kata Bahasa Arab.

“Yang juga tak kalah menarik, terdapat pencarian kata yang dapat mengidentifikasi berapa kali kata tersebut dengan turunan katanya disebutkan dalam Al Quran. Harapannya fitur-fitur akan merevolusi cara belajar mengajar di Pondok Pesantren menjadi lebih cepat dan simpel,” ujarnya.

Pengembangan Pesantren Lainnya

Selain kerja sama pengembangan aplikasi, BSI juga bekerjasama dalam mendukung layanan keuangan syariah dalam berbagai aset kelolaan PBNU. “Beberapa poin kerja sama antara BSI dan PBNU ialah dalam pelayanan cash management yang mencakup solusi pengelolaan likuiditas, solusi penerimaan atau tagihan, solusi pembayaran atau pengeluaran, dan solusi digitalisasi transaksi termasuk layanan virtual account,”tambahnya pada laman antaranews.

Kemudian ada kerjasama pemanfaatan produk-produk dana dan pembiayaan dalam rangka pengembangan usaha PBNU. Seperti di bidang kesehatan, pendidikan, maupun UMKM. BSI dan PBNU akan bekerja sama dalam pelatihan, loka karya pengembangan ekonomi berbasis syariah, pengembangan masjid, dan kegiatan sosial lainnya.

Dalam kesempatan itu Anton juga memaparkan bahwa per November 2023, dana kelola pesantren di BSI sudah mencapai angka Rp1 triliun lebih. Angka tersebut meningkat 28,59 perse secara year to date (YtD). Jumlah pesantren yang sudah masuk ke dalam Islamic Ecosystem BSI mencapai 49.383 atau tumbuh 339 persen secara YtD.

Hadir dalam peluncuran aplikasi antara lain pimpinan Ponpes Al Munawwir Dr. KH. M. Kholid Arief Rozaq dan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiah (RMI) PBNU KH. Hodrie Arief. Kemudian Ketua Umum PBNU Dr. KH Yahya Cholil Staquf, VP Islamic Socio-business BSI Akhsin Muamar. Selain itu ada juga Area Manager BSI Yogyakarta Budi Abdiriva. Acara Launching Aplikasi Al-Munawwir Kamus Digital Bahasa Arab – Indonesia bertepatan dengan Majelis Haul KH. Muhammad Munawwir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *