0
Membicarakan demokrasi yang dikaitkan dengan agama memang merupakan tema yang besar. Tidak jarang terjadi, seorang yang mencoba mempertautkan agama dan demokrasi berakhir dengan frustasi yang mendalam. Di satu pihak, setiap agama lahir dengan mitos pemihakan yang begitu spektakuler kepada rakyat jelata. Akan tetapi, agama sebagai kekuatan makar terhadap kesewenang-wenangan para elit (kekuasaan poltik maupun ekonomi), secara perlahan memudar dan akhirnya hilang sama sekali. Bahkan secara mencolok acapkali digantikan dengan kekuatan “pembenar” terhadap setiap bentuk dan watak tatanan sosial yang mendominasi. 
Ada dugaan, bahwa pembalikan itu terjadi bersamaan dengan proses institusionalisasi dan formalisasi agama itu sendiri. Lalu apa kata para tokoh agama-agama? Bagaimana pandangan para pakar lainnya? Buku ini merekam diskusi-diskusi mereka.

Judul : Agama dan Demokrasi
Penulis : Franz Magnis Suseno, dkk.
Penerbit : Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M)
Tahun : Cetakan I, Maret, 1992

Tebal : xvi+156 halaman

Redaksi P3M

Jamaah Islamiyah, Perampok atau JI Stempelan?

Previous article

Massa NU Diminta Tangkal Islam Radikal

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Buku