KabarKabar PesantrenPilihan Editor

BANK Indonesia Kembangkan Kemandirian Pesantren Melalui Program Infratani

127
×

BANK Indonesia Kembangkan Kemandirian Pesantren Melalui Program Infratani

Sebarkan artikel ini

P3M.OR.ID. Untuk memperluas ekosistem Halal Value Chain atau Rantai Nilai Halal, Bank Indonesia (BI) menggandeng beberapa pesantren di Nusa tenggara Barat. Salah satunya adalah melalui program Infratani atau Integrated Farming with Technology Information and Society.

Sebagai tahap implementasi awal, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB telah memilih 3 Pondok Pesantren  untuk menjadi pilot proyek. Ketiga pesantren tersebut  adalah pesantren Thohir Yasin, Nurul Hakim, dan Nurul Haramain. Pada akhir tahun 2023, telah menyelesaikan pembangunan Green House dan instalasi peralatan drip irrigation berbasis IoT di masing-masing pesantren. Untuk kick off persmian Green House program Replikasi INFRATANI berlangsung di Ponpes Thohir Yasin, Lombok Timur pada Senin (15/1).

“Program bertujuan untuk menciptakan ekosistem rantai nilai halal yang berkelanjutan, berdaya saing dan inklusif sehingga dapat menjadi penggerak perekonomian daerah dan nasional,’’ ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap.

Berry menambahkan di tengah kondisi inflasi pangan yang tinggi, BI melihat pesanteen memiliki kapasitas dalam mengembangkan produktivitas pangan> sealin itu pesantren juga mampu untuk berkontribusi dalam upaya pengendalian inflasi. “Program kemandirian pesantren dikaitkan dengan program GNPIP khususnya dalam pengembangan pertanian organik seperti beras, cabai, bawang merah, juga komoditas lainnya,” kata Berry.

Program Infratani

Melansir laman radarlombok.co.id  selain Green House, BI juga membantu pengadaan kandang ayam pelatihan.  BI juga pendampingan budidaya organik dengan memanfaatkan limbah pesantren. Sedangkan Kepala Unit Ekonomi PPSM Thohir Yasin, Syahrulloh menyampaikan bahwa intervensi BI NTB selama ini dengan mengadakan pelatihan penggunaan MA11 untuk fermentasi kompos pupuk organik mampu memberikan dampak yang begitu besar.

“Pesantren dapat menekan biaya produksi hingga 50 persen. Dengan pupuk organik, produksi meningkat, biaya produksi turun. Pemasarannya juga tidak susah karena banyak masyarakat yang bisa langsung beli di sekitar Green House,” ucap Syahrulloh.

Dalam kesempatan yang sama TGH Isma’il Thohir, Mudir ‘Am Pondok Pesantren Thohir Yasin menjelaskan manfaat dari bantuan sosial mini market di pesantrennya. Bahkan dampak bantuan tersebut berhasil membantu biaya operasional pesantren dan memberikan beasiswa kepada 250 santri sampai dengan akhir tahun 2023.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *