Pendidikan Quote Gus Dur
FigurKhazanah IslamPilihan Editor

Wamenag Romo Muhammad Syafii Sebut Pesantren Benteng Kerukunan Indonesia

293
×

Wamenag Romo Muhammad Syafii Sebut Pesantren Benteng Kerukunan Indonesia

Sebarkan artikel ini
wamenag
Wakil Menteri Agama  (Wamenag)Romo R. Muhammad Syafi’i menyebut pesantren adalah salah satu pilar penting dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa di Indonesia.

P3M.OR.ID. Wakil Menteri Agama  (Wamenag)Romo R. Muhammad Syafi’i menyebut pesantren adalah salah satu pilar penting dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa di Indonesia. Menurutnya lembaga pendidikan Islam tertua ini tersebut memiliki peran strategis sebagai benteng kerukunan nasional. Selain itu pesantren memiliki karakter khas yang sangat relevan bagi Indonesia sebagai negara dengan latar belakang budaya, agama, dan suku yang berbeda-beda.

Pernyataan Wamenag itu terungkap dalam kegiatan “Takjil Pesantren” yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Quran dan Sains Nurani (PPQS), Jakarta, pada Rabu (11/3). Ciri pesantren. menurnya,  adalah inklusif dan ini sangat dibutuhkan oleh negara Indonesia.” Tugas kita sebagai santri adalah membangun Indonesia dan menjaga NKRI,” ujar Romo Syafii. Selain itu, lanjut Romo Syafii, pesantren memiliki karakter khas yang sangat relevan bagi Indonesia sebagai negara dengan latar belakang budaya, agama, dan suku yang berbeda-beda.

Menurut Wamenag, lingkungan pesantren sejak lama terkenal dengan tradisi keberagamaan yang terbuka dan inklusif. Tradisi tersebut telah menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persaudaraan antarwarga bangsa. Selain itu, kehidupan pesantren mengajarkan para santri untuk hidup berdampingan dengan berbagai perbedaan. Pengalaman tersebut membentuk karakter yang menghargai keberagaman, sehingga para alumni pesantren relatif mudah beradaptasi di tengah masyarakat yang majemuk.

Romo Syafii juga menegaskan bahwa kehidupan di pesantren secara alami mengajarkan toleransi. Para santri datang dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya yang berbeda, namun mereka belajar hidup bersama dalam satu lingkungan. “Alumni pesantren sudah terbiasa dengan perbedaan. Perbedaan adalah fitrah dan keragaman adalah corak Indonesia yang harus terus bertahan sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika,” kata dia.

Selain itu pesantren juga memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Bahkan, keberadaannya telah lebih dulu hadir sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam masa perjuangan kemerdekaan, para ulama dan santri dari berbagai pesantren ikut terlibat aktif melawan penjajahan. Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pergerakan kebangsaan.

Peran Historis dalam Kemerdekaan

Romo Syafii mengingatkan bahwa peran tokoh-tokoh pesantren sangat terlihat dalam berbagai momentum penting sejarah Indonesia. Salah satu yang paling masyhur adalah peristiwa Resolusi Jihad yang terjadi pada 22 Oktober 1945. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam mobilisasi umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hingga kini, tanggal tersebut menjadi peringatan Hari Santri Nasional . “Para kiai dan alumni pesantren ikut menjaga NKRI hingga puncaknya pada 22 Oktober 1945 yang atau yang populer dengan Resolusi Jihad dan Hari Santri,” ujarnya.

Untuk itu lanjut Wamenag, semangat warisan para ulama tersebut harus terus terjaga oleh generasi santri saat ini. Menurutnya, pesantren memiliki tanggung jawab besar untuk terus menanamkan nilai kebangsaan dan persatuan kepada para santri.  Nilai keterbukaan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi santri ketika kembali ke masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perdamaian yang memperkuat kerukunan dan mencegah potensi konflik sosial.

Saat ini Kemneterian Agama terus berupaya memperkuat peran pesantren melalui berbagai program pengembangan. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat dakwah serta pemberdayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Pesantren yang mendorong pesantren berkontribusi lebih luas bagi masyarakat. untuk itu pengembangan kapasitas santri juga menjadi perhatian penting. Selain mendalami ilmu agama, para santri juga perlu memiliki kompetensi di berbagai bidang lain agar mampu berkontribusi secara lebih luas dalam pembangunan bangsa. Dengan peran strategis tersebut, harapannya pesantren terus menjadi garda depan dalam menjaga kerukunan, memperkuat nilai kebangsaan, serta melahirkan generasi yang mampu membangun Indonesia di masa depan.Kegiatan tersebut mengusung tema “Menjaga Kerukunan Indonesia dari Pesantren” yang menyoroti kontribusi pesantren dalam merawat persatuan di tengah masyarakat yang beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.