Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar Pesantren

Haul ke-57 KH. Zubair Dahlan Pendiri Pondok Al Anwar Sarang

410
×

Haul ke-57 KH. Zubair Dahlan Pendiri Pondok Al Anwar Sarang

Sebarkan artikel ini
pesantren sarang
Suasanan haul Haul ke-57 Al-Maghfurlah KH. Zubair Dahlan, seorang ulama kharismatik yang dihormati di wilayah Sarang dan pendiri pesantren al Anwar

P3M.OR.ID. Suasana haru dan dan hikmat menyelimuti Komplek Pemakaman Umum Simpek pada Kamis sore, 5 Maret 2026 M atau bertepatan dengan 15 Ramadhan 1447 H. Lebih dari sepuluh ribu peziarah dari berbagai daerah memadati komplek pemakaman untuk mengikuti Haul ke-57 Al-Maghfurlah KH. Zubair Dahlan, seorang ulama kharismatik yang dihormati di wilayah Sarang dan sekitarnya. Mereka terdiri dari dzurriyyah, santri, alumni, hingga masyarakat umum yang ingin mengenang sosok ulama besar tersebut.

Peringatan haul kali ini dipanitiai oleh jajaran Pondok Pesantren Al-Anwar 1 hingga Pondok Pesantren Al-Anwar 4, serta melibatkan seluruh pondok pesantren di Sarang, HIMMA, dan masyarakat sekitar. Haul berlangsung setelah 15 hari pelaksanaan kegiatan Balagh Ramadhan dalam lingkungan pesantren. Dalam rangkaian kegiatan tersebut para santri mengkhatamkan Al-Qur’an secara berjamaah sesuai pembagian juz sesuai ketentuan .

Pada haul tahun ini, doa dan tahlil tidak hanya untuk KH. Zubair Dahlan, tetapi juga beberapa masyaikh lain  yang berjsama dalam perjalanan pondok. Mereka di antaranya haul ke-57 Al-Maghfurlah KH. Zubair Dahlan kemudian haul ke-22 Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. Selain itu juga haul ke-7 Al-Maghfurlah KH. Maimoen Zubair dan haul ke-17 Al-Maghfurlah KH. Ma’ruf Zubair

Rangkaian Doa untuk Para Masyayikh

Puluhan ribu jemaah hanyut dalam suasana syahdu Lantunan doa, ayat suci Al-Qur’an, serta tahlil menggema memenuhi udara, menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan mendalam. Acara dimulai dengan pembacaan surat Yasin yang dipimpin KH. Ahmad Ainul Yaqin, kemudian berlanjut dengan vacaan tahlil oleh Habib Hasyim Al-Jufri. Doa tahlil dipanjatkan oleh Habib Abu Bakar Assegaf, membawa suasana semakin khidmat di tengah rintik-rintik hujan yang mulai turun.

dfalam sambutannya KH. Taj Yasin Maimoen, yang menceritakan keteladanan almarhum semasa hidup. Ia menjelaskan bahwa KH. Zubair Dahlan adalah sosok yang selalu berkhidmah kepada para masyayikh Sarang, baik yang berada di wilayah selatan maupun utara. Pengabdian tersebut tetap beliau jaga bahkan ketika sedang mengajar berbagai kitab kepada santri. “Semasa hidupnya, Mbah Zubair selalu berkhidmah dan berguru kepada para masyayikh Sarang. Bahkan ketika mengajar kitab-kitab kepada para santri, niat beliau tetap untuk berkhidmah kepada para masyaikh,.” ungkapnya.

Kiai Taj Yasin menambahkan bahwa sikap rendah hati dan ketulusan tersebut membuat banyak ulama yang menghormati almarhum. Bahkan sosok yang mampu menyatukan para masyayikh, baik di dalam maupun luar Sarang. Rangkaian acara kemudian berakhir dengan doa penutup secara bergantian oleh para masyayikh. Doa pertama dibacakan oleh KH. Aniq Muhammadun, kemudian dilanjutkan oleh KH. Abdullah Ubab Maimoen. Sementara itu  KH. Muhammad Najih Maimoen, memberikan tambahan keterangan mengenai sosok KH. Zubair Dahlan, melengkapi apa yang telah disampaikan KH. Taj Yasin. Menurut Kiai Najih, Mbah Zubair bukan hanya mengajar kitab Ihya’ Ulumuddin dan Tafsir Jalalain, tetapi juga Kitab Mahalli. Ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan sanad pengajaran Mahalli dari awal hingga akhir secara langsung dari Mbah Zubair.

Tradisi haul yang yang ada setiap tahun ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga memperkokoh silaturahmi antar-santri, alumni, serta masyarakat luas. Acara ini sekaligus meneguhkan posisi KH. Zubair Dahlan sebagai salah satu ulama yang kontribusi dan ilmunya terus menjadi teladan bagi lintas generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.