Pendidikan Quote Gus Dur
Pilihan EditorTokoh

KH Imron Hamzah: Ulama Karismatik yang Menyatukan Dakwah, Karisma, dan Keberanian Sosial

813
×

KH Imron Hamzah: Ulama Karismatik yang Menyatukan Dakwah, Karisma, dan Keberanian Sosial

Sebarkan artikel ini
Kiai
Kiai Imron Hamzah sosok ulama yang tegas

P3M.OR.ID. Nama KH Imron Hamzah adalah salah satu ualma, mubaligh yang hingga saat ini namanya terus menjadi kenangan hingga kini. Beliau adalah pendakwah yang masyhur di dakwah Jawa Timur pada paruh akhir abad ke-20. Puluhan tahun lebih setelah wafatnya, aura sang kiai masih terasa kuat—seakan suaranya masih menggema di serambi pesantren dan lorong kampung yang dulu menjadi pusat aktivitas beliau.

Lahir pada 17 Agustus 1938 di Ngelom, Sidoarjo, KH Imron Hamzah tumbuh dalam keluarga ulama. Pendidikan pesantrennya ditempa di pusat-pusat keilmuan besar seperti Tebuireng, Buntet, hingga Rejoso, sebelum akhirnya berguru kepada KH Maksum Lasem. Sosok terakhir ini banyak yang menyebutnya sebagai sumber sebagai pendidik yang membentuk keberanian dan konsistensi beliau. Dari Lasem pula, keteguhan KH Imron dalam menghadapi ancaman ideologi kiri makin mengkristal.

Tokoh Pergerakan NU yang Berani Memegang Prinsip

Sejak remaja, Imron muda telah aktif di GP Ansor (1952) dan IPNU (1954). Kecerdasannya mengantarkannya menjadi Katib Syuriah PWNU Jawa Timur (1967–1982), lalu Rois Syuriah PBNU (1999–2004). Dalam setiap posisi, ia terkenal teguh menjaga nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, baik di ruang dakwah maupun arena politik. Julukan “Empu Idu Geni” lahir bukan karena sensasi, tetapi karena daya spiritual dan ketegasan beliau. Masyarakat merasakan bahwa setiap ucapan sang kiai mampu “menghidupkan” suasana pengajian. Satu kalimat bisa meredam kegaduhan, satu nasihat mampu menggugah puluhan jamaah.

Wibawanya bahkan melahirkan kisah legendaris. Kiai Syukuron bernah  menyampaikan ceramah pada bangsa jin. Kisah tercatat dalam buku Tawa Show di Pesantren terbitan LKiS. Terlepas dari mistis atau tidaknya kisah tersebut, cerita itu menjadi simbol bahwa masyarakat memandang beliau sebagai ulama yang memiliki kepekaan batin yang dalam. KH Imron Hamzah pernah aktif di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan menjadi menjadi anggota DPRD Jawa Timur serta MPR-RI. Di parlemen, ia dikenal sebagai figur yang tidak mudah digeser oleh kepentingan kekuasaan. Banyak koleganya mengenang bagaimana beliau konsisten membawa nilai pesantren ke dunia politik yang keras.

Warisan Dakwah di Ngelom

Melalui Pondok Pesantren Al-Ishmah Iliyah, KH Imron Hamzah membentuk banyak santri yang kini menjadi penggerak masyarakat. Meski hidup sederhana, beliau dihormati karena keteladanan, bukan karena jabatan. Warga Ngelom selalu menyebutnya dengan nada penuh hormat, seakan kehadirannya tak pernah benar-benar pergi. KH Imron Hamzah wafat pada tahun 2000 dan makamnya berada dalam kompleks Masjid Bahaudin, Ngelom. Tetapi karisma dan perjuangannya tetap menjadi suluh bagi warga, santri, dan para pegiat dakwah NU di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.