Pendidikan Quote Gus Dur
Pilihan EditorProfil Pesantren

Kiprah Panjang Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin

424
×

Kiprah Panjang Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin

Sebarkan artikel ini
pesantren
Para santri pesantren Sirojuth Tholibin sedang melaksanakan training pengelolaan sampah di pesantren

P3aM.OR.ID. Pondok pesantren Sirojuth Tholibin merukan salah satu mitra dari Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat dalam program pengelolaan sampah di pesantren. Berdiri sejak tahun 1941, pesantren Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan adalah pelita ilmu bagi masyarakat. Letaknya 26 kilometer dari Kota Semarang dan tumbuh dari ikhtiar luhur Almaghfurlah Simbah KH Syamsuri Dahlan untuk membangun generasi berakhlak dan berpengetahuan luas. Lebih dari delapan dekade berdiri, Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin telah menjadi saksi perjalanan panjang pencarian ilmu di tanah Grobogan.

Dari masa ke masa, estafet kepemimpinan bergerak putranya. Sekarang masuk generasi ketiga seperti KH Muhammad Shofi Al Mubarok Baedlowie. Dari pengasuhan generasi ketiga ini , pesantren semakin menegaskan jatidirinya sebagai lembaga pendidikan yang memadukan tradisi salaf dan kholaf secara harmonis. Antara ketekunan mengkaji kitab klasik dan kebutuhan pendidikan era modern, Sirojuth Tholibin merumuskan jalan tengah yang kokoh.

Setiap pagi, lantunan ayat Al-Qur’an menggema dari sudut-sudut pesantren. Melalui Program Pendidikan Al-Qur’an, para santri mendapatkan bimbingan untuk membaca Al-Qur’an secara benar dengan sanad yang bersambung hingga Rasulullah SAW. Sistemnya adalah bertahap yaitu mulai dari menghafal juz Amma, Kemudian  membaca tartil 30 juz secara bin nadzor> dan terlahir menghafal Al-Qur’an 30 juz bil ghaib. Seluruh proses menggunakan metode musyafahah, yakni pertemuan langsung antara guru dan murid untuk memastikan ketepatan bacaan. Pesantren ini sangat menjunjung sanad, setiap huruf mengajarkannya dengan teliti. Setiap kesalahan membenarkannya dengan penuh kesabaran.

Madrasah Salafiyah dan Tradisi Keilmuan Pesantren

Selain pendidikan Al-Qur’an, Sirojuth Tholibin memiliki Madrasah Muhadloroh, wadah para santri yang ingin memperdalam kitab kuning. Selama enam tahun masa belajar, mereka mendapatkan tempaaan berupa disiplin ilmu nahwu, sharaf, fiqh, tafsir, hadis, hingga balaghah. Selain itu berbagai disiplin klasik lainnya. Kurikulum Madrasah Muhadloroh tidak hanya menitikberatkan pada pemahaman, tetapi juga ketangguhan mental. Santri wajib memenuhi standar ketat yaitu mulai dari hafalan, tes musyafahah, hingga praktik memaknai kitab. Sebagai bentuk pengabdian, setiap lulusan diwajibkan menjalani Praktek Khidmah Mengajar di berbagai pesantren di Jawa Tengah.

Tidak berhenti pada tradisi salaf, Sirojuth Tholibin juga menyediakan jalur pendidikan formal melalui Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah di bawah Yayasan Tajul Ulum. Pendiri Yayasan ini adalah para tokoh masyarakat Brabo atas arahan KH Syamsuri Dahlan. Kini lembaga pendidikan itu secara pengelolaannya melibatkan masyarakat desa. Para santri yang menempuh pendidikan formal tetap wajib mengikuti madrasah diniyyah setelah Asar atau Madrasah Takhasus setiap ba’da Isya. Dengan demikian, pendidikan agama dan pendidikan formal berjalan beriringan tanpa saling menggeser satu sama lain.

Perpaduan Tradisi dan Inovasi Pesantren Sirojuth Tholibin 

Salah satu tonggak penting pesantren Sirajuth Thalibin ini adalah Pendidikan Diniyyah Formal (PDF), yang memadukan tradisi keilmuan Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah dengan kebutuhan kompetensi zaman modern. Di sini, santri dibekali ilmu agama yang kuat, kecakapan bahasa, serta karakter yang disiplin. PDF menjadi ruang pertemuan antara nilai-nilai klasik pesantren dan tuntutan era 4.0 yang menuntut adaptasi.

Sirojuth Tholibin tidak hanya membekali para santrinya dengan pelajaran formal. Ada ruang luas untuk memperkuat karakter dan spiritualitas melalui kegiatan sorogan, bandongan, musyawarah kitab, muhafadzah, ziarah, hingga shalat berjamaah dan shalat malam. Ekstrakurikuler seperti rebana, seni kaligrafi, tilawah, senam, hingga olahraga juga menjadi bagian dari keseharian. Setiap sudut pesantren sangat mendukung pembelajaran. Hal tersebut terlihat dari gedung dan kamar yang bersih, kantor berlayanan digital, selain itu ada  SMS center, CCTV, koperasi Zaduna, kantin Larisso, layanan tour and travel pesantren. Kemudian aca pos kesehatan, hingga ATM mini yang memudahkan transaksi santri.

Pesantren Sirojuth Thalibin tumbuh bersama masyarakat Brabo. Selain membuka ruang bagi warga melalui pengajian rutin lapanan, para santri dilatih untuk turun langsung melayani masyarakat melalui praktik ubudiyah dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Hubungan simbiosis ini membuat pesantren menjadi rumah sekaligus pusat spiritual bagi warga sekitar.Di balik dinding-dinding pesantren yang sederhana, ribuan santri datang dan pergi membawa bekal akhlak, kecintaan pada ilmu, dan ruh pengabdian. Moto mereka sederhana namun dalam: ilmiyah amaliyah, amaliyah ilmiyah—ilmu yang diamalkan, amal yang berlandaskan ilmu. ( sumber sirojuth-tholibin.net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.