Pendidikan Quote Gus Dur
Khazanah IslamPilihan EditorTokoh

Kiai Zuhri Zaini : Pesantren Harus Hadir dan Menyentuh Kehidupan Nyata

582
×

Kiai Zuhri Zaini : Pesantren Harus Hadir dan Menyentuh Kehidupan Nyata

Sebarkan artikel ini
Pesantren
KH Zuhri Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid

P3M.OR.ID. Misi utama pesantren adalah dakwah yang mencakup semua aspek kehidupan. Aspek tersebut meliputi ritual, spiritual, sosial, ekonomi, hingga politik. Hal tersebut dikemukakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Moh Zuhri Zaini dalam halaqah alumni rangkaian Haul Masyayikh dan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-77 di Aula Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Dalam kesempatan tersebut Kiai Zuhri menekankan pentingnya penguasaan ekonomi.

Dengan mengutip semboyan, “Laisa indal fulus fahuwa manfus,” yang maknanya sebagai orang yang tidak memiliki uang akan sulit bergerak Kiai Zuhri memncontohkan Nabi Muhammad SAW sebagai pebisnis sukses menggunakan hartanya untuk perjuangan dakwah. Menurutnya hal serupa juga dilakukan oleh pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Zaini Mun’im. “Kiai Zaini Mun’im adalah seorang pebisnis tembakau, dan beliau membudidayakan tembakau hingga mampu membangun masjid pertama di pesantren ini dari hasil penjualannya. Beliau mengajarkan ekonomi adalah sarana ibadah dan perjuangan,” ujarnya pada Sabtu (17/1/2026).

Aspek Ekonomi

Kiai Zuhri menambahkan aaspek ekonomi, Kiai Zuhri menceritakan bagaimana KH Zaini Mun’im melakukan dakwah kultural secara bijak. Salah satunya adalah mengubah tradisi sesajen berubah menjadi tradisi tumpengan yang ada pembacaan doa Surat Yasin dan Tahlil. “Cara mengubah tradisi yang tidak sesuai syariat dilakukan dengan bijak, tidak dengan marah-marah apalagi memakai pentungan. Ini perlu kita tiru,” ungkapnya. Sementara dalam bidang pendidikan, lanjut Kiai Zuhri, Pesantren Nurul Jadid telah menerapkan kurikulum yang menggabungkan ilmu agama, seperti kitab kuning, dengan ilmu umum. Salah satu contohnya adalah ilmu matematika dan sosiologi masuk dalam kurikulum pendidikan pesantren. Penggabungan ini jauh sebelum kurikulum penerapan kurikulum nasional secara luas.

Dalam kesempatan tersebut Kiai Zuhri berpesan agar kegiatan halaqah alumni tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Kiai Zuhri mengaku khawatir jika halaqah alumni tanpa tanpa menghasilkan dampak konkret. lapangan. “Saya harapkan ini betul-betul serius, tidak hanya seremonial dan jangan sampai hanya selesai di halaqah kemudian tinggal catatan saja dalam sejarah. Harus ada implementasi dan pertemuan lanjutan untuk membahas masalah teknis di lapangan,” ucapnya.

Bagi kiai Zuhri keseriusan sebuah halaqah terlihat dari lahirnya keputusan atau rekomendasi penting yang realistis dan sesuai dengan kondisi di masyarakat.
Kia Zuhri juga menyebut sejarah pesantren yang akar budayanya telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Istilah “santri” dalam bahasa Madura  populer dengan sebuat “kancah”. Santri itu terjemahan dari kata “sahabat”. Hal ini mencerminkan hubungan yang sangat akrab dan tanpa jarak antara guru (Kiai) dan murid (santri), sebagaimana Nabi Muhammad SAW memperlakukan para sahabatnya.

Titik Awal

“Sebagai alumni tetaplah santri, bukan ‘alumni santri’, kalau alumni pesantren boleh, tapi jangan sampai menjadi mantan santri. Lebih baik menjadi mantan preman seperti Sunan Kalijaga yang berproses menjadi wali, daripada menjadi mantan santri,” selorohnya. Untuk itu Kiai Zuhri berharap Halaqah alumni Pesantren Nurul Jadid Paiton menjadi titik awal bagi para alumni untuk terus berkiprah di berbagai sektor dengan tetap membawa nilai-nilai kesantrian dalam tugas kesehariannya.

Kiai Zuhri Zaini merupakan putra kelima dari pasangan KH Zaini Mun’im dan Nyai Nafi’ah. Beliau lahir di Probolinggo, Jawa Timur pada 5 Oktober 1948. Pendidikannya pada Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Ayahnya Kiai Zuhri, KH Zaini Mun’im yang mengemblengnya dengan disiplin. Beliau sekarang merupakan salah satu pengasuh Pondok pesantren yang mempunyai ribuan santri ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.