Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar TerkiniPilihan Editor

Raker­nas Inkopontren Dorong Modernisasi Koperasi Pesantren untuk Kesejahteraan Umat

229
×

Raker­nas Inkopontren Dorong Modernisasi Koperasi Pesantren untuk Kesejahteraan Umat

Sebarkan artikel ini
Inkopotren
Rakernas Inkopontren 2026 dorong modernisasi koperasi pesantren untuk percepat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan umat berbasis ekosistem pesantren.

P3M.OR.ID. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) berlangsung meriah. Bertempat  di Gedung SME Tower–SMESCO Indonesia, Rabu (20/5/2026), Inkopotren  menegaskan kembali komitmen kuat pengurus dalam mendorong modernisasi koperasi pesantren untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

“Sesuatu yang sangat monumental ini adalah Rapat kerja nasional untuk membuat suatu program-program yang ditetapkan untuk satu tahun ke depan untuk mempersiapkan hal-hal satu tahun ke depan, apa-apa yang akan dikerjakan dan apa-apa yang sedang berjalan,” ungkap Ketua Umum Inkopontren, H Marsudi Syuhud. Selain itu Marsudi juga  menjelaskan bahwa Rakernas memiliki peran besar sebagai forum perumusan program strategis. Ia menegaskan pentingnya konsistensi kerja dan arah kebijakan yang jelas. Menurutnya potensi besar ekonomi pesantren dengan 42.000 pesantren . Jika seluruh santri dari pesantren tersebut berperan sebagai pembayar zakat dan pemberi sedekah, kontribusi ekonomi umat akan meningkat signifikan. “Ada sekitar 42.000 pondok pesantren yang jika 42.000 pesantren ini santri-santrinya adalah menjadi pembayar zakat dan memberi sodaqoh yang terbesar itu sesungguhnya tujuan kita, ” tambahnya

Mentalitas

Perubahan mentalitas, lanjut Marsudi menjadi kunci. Menurutnya [ara santri, ustadz, dan kyai perlu menempatkan diri sebagai para pelaku ekonomi yang memberi manfaat besar. Mereka tidak hanya menjadi penerima zakat, tetapi tampil sebagai pihak yang membayar zakat, infak, sedekah, dan pajak. Untuk itu ia menegaskan bahwa perubahan itu merupakan implementasi dari ajaran “aqimis sholat waatuz zakat”. Marsudi juga mengajak seluruh peserta forum menyiapkan warisan kerja untuk generasi selanjutnya.

Inkopontren yang berdiri sejak 1998 harus menghasilkan jejak nyata bagi pembangunan ekonomi pesantren. “Mari kita bersama-sama membuat legacy sebuah tinggalan untuk penerus-penerus kita nanti. Untuk itu, ayo kita niati mempunyai tinggalan Inkopontren yang berdiri dari tahun 1998 ini harus mempunyai tinggalan, jangan sampai berani kepengurusan tetap kosong terus dan belum ada tinggalannya,” ungkapnya

Hadir beberapa tokoh dalam rakernas Inkopotren kali  ini.  Salah satu yang hadir adalah KH Manarul Hidayat, yang merupakan Mustasyar PBNU sekaligus salah satu pendiri Inkopontren. Turut hadir juga KH Suharisto serta Bambang Haryadi. Para tokoh UMKM dan pelaku ekonomi rakyat juga ikut meramaikan forum. Kehadiran para pemimpin organisasi koperasi ini menunjukkan besarnya komitmen untuk memperkuat gerakan ekonomi pesantren.

Sejarah Singkat dan Perkembangan Inkopontren

Inkopontren merupakan badan hukum koperasi sekunder nasional yang menaungi Koperasi Pondok Pesantren di seluruh Indonesia. Organisasi ini berfungsi sebagai pusat pembinaan ekonomi pesantren sejak awal pendiriannya. Perjalanan panjang Inkopontren mencatat beberapa tonggak sejarah penting yaitu perintisan Gerakan Koperasi Pesantren (Pra-1994). Gerakan koperasi pesantren sudah hadir jauh sebelum pembentukan induk nasional. Inisiatif awal muncul di Jawa Barat pada 1982. Kegiatan koperasi saat itu bersifat sosial dan mendukung kebutuhan internal pesantren.

Kemudian fase penting lainnya adalah pendirian Inkopontren pada 7 Desember 1994. Inkopontren resmi berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi Nomor 003/BH/M.I/1994 di Jakarta. Para tokoh yang memprakarsai pendiriannya meliputi KH Noer Muhammad Iskandar dan KH Abdul Wahid Zaini. Kemudian ada Dr Juhaya S Praja, KH Noer Hadi Albarsani hingga  K.H. Manarul Hidayat . Setelah itu pada awal rahun 20o bertransformasi menjadi bisnis modern. Pada fase ini nanyak Kopontren mengalami stagnasi karena pola kelola sosial. Inkopontren kemudian menata ulang strategi. Mereka mendorong pesantren menjalankan koperasi dengan standar bisnis modern. Inkopontren memperluas jaringan ekonomi melalui kerja sama distribusi dan rantai pasok nasional. Mereka juga mendirikan lembaga koperasi sekunder di beberapa wilayah, dikenal sebagai Puskopontren. Kini Inkopontren menjadi poros pembangunan ekonomi umat melalui program kewirausahaan santri dan ekspansi rantai pasok nasional.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.