Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar PesantrenPilihan Editor

Pesantren Al-Hamidiyah Angkat Semangat Integrasi Sains dan Agama Lewat Seminar Turats Ulama Nusantara

228
×

Pesantren Al-Hamidiyah Angkat Semangat Integrasi Sains dan Agama Lewat Seminar Turats Ulama Nusantara

Sebarkan artikel ini
Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Depok menggelar Seminar Turats Ulama Nusantara bertajuk 'Merawat Turats Ulama, Memadukan Ilmu Sains dan Agama ( Foto dok.nuonline jabar)

P3M.OR.ID. Pondok Pesantren al-Hamidiyah Depok menyelenggarakan Seminar Turats Ulama Nusantara bertema “Merawat Turats Ulama, Memadukan Ilmu Sains dan Agama” pada Sabtu (25/4) lalu. K Acara ini menghadirkan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, A Ginanjar Sya’ban, sebagai narasumber utama. Dalam penjelasannya, Kang Ginanjar menegaskan besarnya kontribusi tradisi keilmuan Islam dalam perkembangan peradaban dunia. Ia mengingatkan para santri bahwa ilmuwan Muslim memiliki peran penting dalam membangun dasar ilmu pengetahuan modern.

“Sejarah keilmuan menunjukkan bahwa para ulama dan ilmuwan besar memiliki kontribusi besar terhadap peradaban. Kita berharap energi positif dan keberkahan mereka dapat sampai kepada kita,” ujarnya Menurutnta kekuatan sanad keilmuan ulama Nusantara sangat luar biasa.  Ginanjar mencontohkan hubungan keilmuan antara Ahmad Khatib dari Minangkabau dan para muridnya. “Ahmad Khatib dari Minangkabau memiliki murid KH Hasyim Asy’ari, kemudian KH Saifuddin Zuhri, hingga KH Achmad Sjaichu. Secara genealogi, kalian memiliki sanad keilmuan yang luar biasa,” jelasnya.

Prinsip Pengetahuan

Selain itu Ginanjar juga menyoroti kontribusi tokoh-tokoh besar dalam sejarah sains Islam. Al-Khawarizmi , lanjut Ginanjatr adalah ulama yang memperkenalkan konsep algoritma dan aljabar. Dari pemikiran beliau lahir prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang menjadi landasan teknologi modern. “Dari ulama tersebut kita mengenal algoritma yang kini menjadi fondasi perkembangan matematika dan teknologi,” katanya. Kemudian Ginanjar juga kemudian menyinggung peran Ibnu al-Haytham dan kontribusinya melalui Kitab al-Manazir yang memengaruhi kajian optik. Ia juga menyebut Ibnu Sina dengan karya The Canon of Medicine yang digunakan dalam dunia kedokteran modern hingga berabad-abad. “Mereka memiliki paradigma integral, tidak memisahkan ilmu agama dan sains,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Ginanjar juga turut menyoroti perkembangan kajian Islam di Eropa. Ia mencontohkan peran Universitas Leiden sebagai lembaga pelopor studi Arab dan Islam. “Banyak ilmuwan Barat mempelajari karya ulama Islam. Bahkan kitab tata bahasa Arab yang kemudian orang Eropa mempelajarinyua itu merupakan saduran dari Al-Jurumiyah,” tambahnya.

Smeentara itu Wakil Pengasuh Pesantren al-Hamidiyah Depok, KH Abdul Rasyid, kemudian menyampaikan pentingnya masyarakat mengenal tokoh ulama Nusantara. Ia menegaskan bahwa almarhum KH Achmad Sjaichu merupakan figur besar di tingkat internasional. “Almaghfurlah KH Achmad Sjaichu termasuk ulama yang mewakili Nusantara di dunia Islam. Beliau juga penggagas Konferensi Islam Asia Afrika dan pendiri Ittihadul Muballighin,” ujarnya. Kiai Rasyid juga menyinggung kiprah Syekh Yusuf al-Makassari yang berdakwah hingga Afrika dan memberi jejak berarti dalam sejarah penyebaran Islam. “Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan pencerahan kepada para santri,” tambahnya.

Antusiasme Santri

Acara ini mendapatkan antusasiasme yang begitu tinggi dari santri. Pihak pesantren berharap seminar ini menumbuhkan kesadaran santri untuk menjaga turats ulama. Mereka juga berharap para peserta mampu mengembangkan integrasi ilmu agama dan sains dalam kehidupan modern. Seminar ini menegaskan bahwa warisan ulama Nusantara memiliki nilai penting bagi penguatan literasi keilmuan generasi muda. Pemahaman terhadap turats diharapkan mampu melahirkan santri yang kritis, terbuka, dan mampu merespons perkembangan zaman. Pesantren Al-Hamidiyah Depok menilai integrasi ilmu agama dan sains dapat memperkuat kualitas pendidikan Islam serta memperluas kontribusi santri dalam dunia keilmuan.egiatan tersebut mendapatkan sambutan yang antuasia dari  para santri. Terbukti ,ereka membawa alat tulis dan mencatat materi sejak sesi dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.