Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar TerkiniPilihan Editor

PBNU Luncurkan Gerakan AGUS untuk Perkuat Gizi dan Pembelajaran Al-Qur’an Santri

237
×

PBNU Luncurkan Gerakan AGUS untuk Perkuat Gizi dan Pembelajaran Al-Qur’an Santri

Sebarkan artikel ini
pesantren
peluncuran program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri (AGUS), yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). (Foto dok.jatengprov.go.id)

P3M.OR.ID. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU meluncurkan UGerakan AGUS atau Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri.  Gerakan ini adalah salah satu upaya meningkatkan kualitas kehidupan santri di lingkungan pesantren. Selain itu juga bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar para santri, baik dari sisi pembelajaran Al-Qur’an maupun pemenuhan gizi.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, menjelaskan Gerakan AGUS merupakan bentuk ikhtiar dalam  membantu memenuhi kebutuhan dasar para santri . Menurutnya, pesantren selama ini menjadi pusat pendidikan keagamaan yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda. Namun, sejumlah kebutuhan mendasar seperti ketersediaan mushaf Al-Qur’an dan pemenuhan gizi santri masih memerlukan perhatian lebih. “Program ini merupakan upaya untuk setidaknya memberikan kontribusi nyata. Selain itu membantu menutup kekurangan yang masih kita temukan pada sejumlah pesantren  terkait kebutuhan dasar santri,” ujar Gus Yahya di Pondok Pesantren Al‑Uswah, Kecamatan Gunungpati, Semarang, pada Minggu (8/3).

Menurut Gus Yahya juga menyinggung peran Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU yang selama ini aktif menjadi penggerak berbagai program pemberdayaan pesantren. Salah satu peran penting organisasi tersebut adalah mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi yang bekerja sama dengan pemerintah.Gus Yahya berharap Gerakan ini melengkapi berbagai program yang sudah terkait program bantuan gizi nasional. Ia menegaskan bahwa selain bantuan langsung, tujuan utama dari program ini adalah membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan nutrisi santri. “Yang paling penting adalah membangkitkan kesadaran bahwa peningkatan gizi santri membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh dan kolaborasi banyak pihak,” tambahnya.

Apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PBNU ini. Menurutnya, Gerakan AGUS merupakan langkah konkret yang selaras dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Ia menilai penguatan pendidikan Al-Qur’an sekaligus pemenuhan gizi santri merupakan kombinasi penting untuk membentuk generasi yang sehat dan berkarakter.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi inisiatif PBNU yang tidak hanya memperkuat pembelajaran Al-Qur’an melalui distribusi mushaf, tetapi juga memberikan perhatian pada kebutuhan gizi para santri,” ujar Taj Yasin. Taj Yasin menambahkan bahwa pemerintah daerah selama ini memberikan dukungan terhadap pendidikan Al-Qur’an, salah satunya melalui pemberian tali asih bagi para penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk penghargaan dan motivasi bagi generasi muda.

Manajer Program AGUS Ulun Nuha menjelaskan bahwa kebutuhan dukungan bagi santri masih cukup besar. Berdasarkan data Kementerian Agama, terdapat lebih dari 28 ribu pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,6 juta santri tinggal menetap di pesantren, sementara total santri yang terlibat dalam jaringan pendidikan pesantren NU diperkirakan mencapai lima juta orang.

Seratus Ribu Mushaf

Di beberapa pesantren, kata Ulun Nuha, masih temjuan tentang keterbatasan mushaf Al-Qur’an sehingga para santri harus bergantian saat belajar. Selain itu, sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya persoalan gizi di kalangan santri, termasuk temuan yang menyebut lebih dari separuh santri perempuan mengalami kekurangan gizi. “Santri adalah generasi masa depan bangsa. Karena itu kami berupaya menghadirkan program yang dapat membantu mereka, baik dalam aspek pendidikan Al-Qur’an maupun pemenuhan gizi,” jelasnya.

Sebagai langkah awal pelaksanaan Gerakan AGUS, RMI PBNU menyalurkan 100 ribu mushaf Al-Qur’an dengan nilai sekitar Rp10 miliar kepada berbagai pesantren. Selain itu, program ini juga memberikan bantuan 20 ton telur untuk mendukung pemenuhan gizi santri. Melalui Gerakan AGUS, PBNU berharap dapat memperkuat kualitas pendidikan pesantren sekaligus meningkatkan kesejahteraan santri. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pesantren di berbagai daerah. Selain distribusi mushaf dan bantuan pangan, ke depan program ini juga direncanakan berkembang menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan berbagai lembaga, komunitas, serta masyarakat luas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.