Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar TerkiniPilihan Editor

Ahmad Muzani Dorong Inovasi dan Digitalisasi Pendidikan di Pesantren

146
×

Ahmad Muzani Dorong Inovasi dan Digitalisasi Pendidikan di Pesantren

Sebarkan artikel ini
ahmad muzani
Transformasi pesantren menjadi fokus Ahmad Muzani untuk mencetak SDM unggul melalui inovasi, digitalisasi, dan penguatan pendidikan Islam.

P3M.OR.ID. Transformasi pesantren menjadi salah satu agenda penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menilai lembaga pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat modern. Menurutnya, perubahan tersebut perlu tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang selama ini menjadi fondasi pendidikan pesantren.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Muzani saat membuka Workshop Pengasuh Pesantren Se-Indonesia Angkatan ke-12 di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia (BIMA) 2, Cirebon, Jumat (24/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas para pengasuh pesantren agar mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan. Informasi ini merujuk pada keterangan resminya Senin (27/7/2026).

Muzani optimistis pesantren mampu mengambil peran lebih besar dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Ia berharap lembaga pendidikan berbasis pesantren menjadi rujukan utama dalam pembangunan kualitas manusia Indonesia dalam satu dekade mendatang. *”Mudah-mudahan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan pesantren menjadi rujukan bagi kemajuan sumber daya manusia Indonesia yang membanggakan,”* ujar Ahmad Muzani.

Transformasi Pesantren Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Ahmad Muzani menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Dunia pendidikan pun menghadapi tantangan serupa sehingga membutuhkan penyesuaian yang cepat dan terukur. Karena itu, ia mengajak seluruh pesantren melakukan inovasi dalam sistem pembelajaran, tata kelola lembaga, hingga pengembangan kompetensi santri. Menurutnya, perubahan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar pesantren tetap relevan. “Karena itu, pondok pesantren juga harus menyesuaikan berbagai macam kemajuan, perubahan, inovasi, dan transformasi menjadi sebuah keharusan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pesantren memiliki sejarah panjang sebagai pusat pendidikan karakter dan moral bangsa. Kini, lembaga tersebut juga perlu memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan serta literasi digital agar mampu menghadapi persaingan global. Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi pesantren untuk memperluas akses pendidikan. Selain itu, teknologi juga dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan lembaga dan memperkuat jejaring antar-pesantren di berbagai daerah.

Lulusan Pesantren Harus Menjadi Problem Solver

Ahmad Muzani menilai lulusan pesantren tidak cukup hanya menguasai ilmu agama. Mereka juga harus mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan masyarakat. Menurutnya, kontribusi santri perlu hadir dalam berbagai sektor strategis. Mulai dari pertanian, peternakan, kewirausahaan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan teknologi tepat guna.

Kemampuan tersebut akan memperkuat posisi pesantren sebagai lembaga yang menghasilkan SDM berkualitas. Selain memiliki akhlak yang baik, lulusan pesantren juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Muzani juga mendorong pesantren memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran dan pengembangan usaha. Digitalisasi dinilai mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk dan karya pesantren. Pemanfaatan teknologi juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kelas daring, perpustakaan digital, hingga kolaborasi pendidikan lintas daerah dan negara.

Workshop Pengasuh Pesantren Se-Indonesia Angkatan ke-12 menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat **transformasi pesantren**. Program tersebut digagas Pengasuh Pesantren VIP Bina Insan Mulia (BIMA) 2, KH Imam Jazuli. Program pembekalan itu menargetkan sekitar 5.000 pengasuh pesantren dari berbagai wilayah Indonesia. Pada angkatan ke-12, sebanyak 308 peserta berasal dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera. Melalui kegiatan tersebut, para pengasuh memperoleh pembaruan wawasan mengenai kepemimpinan, pengelolaan lembaga pendidikan, inovasi pembelajaran, serta pengembangan ekonomi pesantren. Program semacam ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya pesantren yang adaptif terhadap perubahan. Di sisi lain, pesantren tetap mempertahankan identitasnya sebagai pusat pendidikan Islam yang berakar kuat pada nilai keagamaan.

Posisi Strategis

Menurutnya perubahan dunia yang berlangsung cepat menuntut seluruh lembaga pendidikan melakukan pembaruan. Pesantren tidak terkecuali karena memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa. Kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi pesantren. Dukungan tersebut dapat memperkuat kualitas kurikulum, infrastruktur digital, hingga peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Di tengah tantangan global, pesantren memiliki modal sosial yang kuat berupa pendidikan karakter, kedisiplinan, dan nilai keagamaan. Jika dipadukan dengan inovasi dan teknologi, pesantren berpeluang menjadi pusat lahirnya SDM unggul Indonesia. Harapan Ahmad Muzani agar pesantren menjadi rujukan pembangunan sumber daya manusia dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang mencerminkan optimisme terhadap masa depan pendidikan Islam. Dengan transformasi yang tepat, pesantren dapat berkontribusi lebih besar dalam menciptakan generasi yang religius, kompeten, dan siap menghadapi persaingan global.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.