Pendidikan Quote Gus Dur
FigurKhazanah IslamPilihan Editor

Penegasan KH Abun Bunyamin Tentang Pendidikan

223
×

Penegasan KH Abun Bunyamin Tentang Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Kiai Abun
KH Abun Bunyamin pengasuh pesantren al Muhajirin menegaskan pendidikan harus membentuk akhlak Qur'ani dan melahirkan generasi berilmu

P3M.OR.ID. Pendidikan yang berkualitas tidak cukup menghasilkan generasi cerdas secara akademik. Pendidikan juga harus melahirkan manusia berakhlak mulia, berkepribadian kuat, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Pesan tersebut menjadi inti tausiyah Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, dalam Parade Tasmi Angkatan VII sekaligus Wisuda Tahfizh Rumah Tahfizh Al-Muhajirin Purwakarta Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di Aula Masjid Al Madinah, Pondok Pesantren Al-Muhajirin II Ciseureuh, Purwakarta, Jumat (26/6/2026). Acara itu menjadi momentum syukur atas lahirnya para penghafal Al-Qur’an sekaligus pengingat bahwa pendidikan sejati bertujuan membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai wahyu. Dalam tausiyahnya, Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat tersebut menegaskan bahwa pendidikan memiliki misi yang jauh lebih luas daripada sekadar meningkatkan kemampuan intelektual. Menurutnya, lembaga pendidikan harus menanamkan akhlak, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial agar lahir generasi yang mampu memberi manfaat bagi umat. “Betapa bahagianya hidup bersama Al-Qur’an. Kita yakin bahwa tidak ada kebahagiaan yang hakiki tanpa Al-Qur’an. Betapa bahagianya seseorang yang Allah beri petunjuk melalui Al-Qur’an, dan betapa mulianya orang yang di dalam hatinya terdapat Al-Qur’an,” ujar KH Abun Bunyamin.

Al-Qur’an Harus Hidup dalam Setiap Aspek Kehidupan

KH Abun menjelaskan bahwa hubungan seorang Muslim dengan Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada aktivitas membaca. Menurutnya, Al-Qur’an harus hadir dalam hati, pikiran, lisan, pendengaran, penglihatan, hingga menjadi pedoman dalam mengambil keputusan sehari-hari. Beliaumengingatkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an akan membentuk cara seseorang memandang kehidupan. Ketika ajaran kitab suci benar-benar meresap, seseorang akan lebih mudah menjaga kejujuran, amanah, kepedulian sosial, serta semangat menebarkan kebaikan. Pandangan tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan Islam yang menempatkan pembentukan akhlak sebagai fondasi utama. Ilmu pengetahuan akan membawa manfaat lebih besar ketika berjalan bersama keimanan dan karakter yang kuat.

Kemudian Kiai Abun mengajak seluruh keluarga Muslim menjadikan rumah sebagai tempat yang penuh dengan bacaan Al-Qur’an, majelis ilmu, dan keteladanan orang tua. Menurutnya, lingkungan keluarga merupakan sekolah pertama bagi pembentukan karakter anak. KH Abun mengisahkan bahwa Pondok Pesantren Al-Muhajirin tidak lahir dengan cita-cita membangun kompleks pendidikan semata. Sejak awal, ia bersama para pendiri ingin menghadirkan lingkungan yang dipenuhi semangat Al-Qur’an.

Langkah itu dimulai pada 1993 melalui pendirian Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an. Sambutan masyarakat saat itu sangat besar karena banyak orang tua menginginkan pendidikan agama yang kuat bagi anak-anak mereka. Perjalanan tersebut terus berkembang dari tahun ke tahun. Al-Muhajirin kini menjadi salah satu pesantren besar di Jawa Barat yang membina lebih dari 6.000 santri dengan dukungan sekitar 1.000 guru serta tenaga kependidikan. Menurut KH Abun, perkembangan tersebut bukan semata hasil kerja manusia. Ia meyakini keberhasilan itu merupakan buah dari keberkahan Al-Qur’an, doa para guru, keikhlasan para dermawan, serta doa anak-anak yatim yang selalu mendapat perhatian pesantren.

Penghafal Al-Qur’an Menjadi Sumber Keberkahan Bangsa

Dalam kesempatan itu, KH Abun juga menyampaikan keyakinannya bahwa keberadaan para pembaca dan penghafal Al-Qur’an membawa manfaat yang luas bagi kehidupan masyarakat. Beliau percaya keberkahan sebuah bangsa tidak hanya karena kemajuan ekonomi atau pembangunan fisik. Menurutnya, Indonesia tetap memperoleh banyak nikmat karena masih banyak masyarakat yang menjaga hubungan dengan Al-Qur’an melalui membaca, menghafal, mempelajari, dan mengamalkannya. “Kalau Indonesia masih mendapatkan berbagai nikmat sampai hari ini, kita yakin salah satu sebabnya adalah masih banyak orang yang membaca Al-Qur’an,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat terus memperkuat budaya literasi Al-Qur’an. Semakin banyak generasi yang mencintai kitab suci, semakin besar peluang lahirnya masyarakat yang damai, jujur, dan saling menghormati. KH Abun menilai keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan kepada sekolah atau pesantren saja. Ia menyebut terdapat tiga unsur utama yang harus berjalan bersama agar tujuan pendidikan tercapai.

Pertama, anak harus memiliki kesungguhan dalam belajar. Semangat mencari ilmu menjadi modal utama bagi setiap peserta didik untuk berkembang.

Kedua, guru harus menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan. Seorang pendidik tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga memberikan teladan melalui sikap dan perilaku.

Ketiga, orang tua harus menghadirkan dukungan yang konsisten melalui perhatian, pendampingan, dan doa. Menurut KH Abun, doa ayah dan ibu menjadi kekuatan spiritual yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun. “Anak-anak memerlukan doa ayah dan ibunya. Jangan pernah berhenti mendoakan mereka agar menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” pesannya. Sinergi ketiga unsur tersebut akan melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas, dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Amal Jariyah

Menutup tausiyahnya, KH Abun mengingatkan bahwa pendidikan merupakan investasi yang manfaatnya melampaui kehidupan dunia. Setiap ilmu yang diamalkan, setiap hafalan Al-Qur’an yang dijaga, dan setiap akhlak baik yang diwariskan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. “Mudah-mudahan semua amal yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT, menjadi pahala yang terus mengalir, membawa keberkahan di dunia dan keselamatan di akhirat,” pungkasnya melansir jabar.nu.or.id

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.