Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar TerkiniPilihan Editor

Pendaftaran Beasiswa PJJ untuk Pendidik Pesantren dan LPQ Dibuka hingga 31 Mei 2026

309
×

Pendaftaran Beasiswa PJJ untuk Pendidik Pesantren dan LPQ Dibuka hingga 31 Mei 2026

Sebarkan artikel ini
program
Program beasiswa pendidik pesantren

P3M.OR.ID. Kesempatan terbuka bagi pendidik pesantren untuk mendapatkan beasiswa. Kementerian Agama kembali memperluas akses pendidikan melalui Program Beasiswa Sarjana Pendidikan Jarak Jauh Keagamaan. Program ini adalah untuk pendidik pesantren dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an atau LPQ. Kesempatan ini terbuka bagi para ustaz dan ustazah yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan tugas mengajar. Pendaftaran berlangsung sejak 1 April hingga 31 Mei 2026.

“Program beasiswa ini dirancang khusus agar ustaz dan ustazah bisa kuliah tanpa meninggalkan tugas mengajar. Sistemnya fleksibel, berbasis daring, sehingga tetap bisa mengabdi di masyarakat,” jelas Aziz Syafiuddin, Kasubdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an. Menurutnya program beasiswa menawarkan tiga pilihan studi yaitu Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan Pendidikan Agama Islam. Seluruh program berada di bawah penyelenggaraan UIN Siber Syekh Nurjati. Pilihan studi ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi para pendidik di berbagai lembaga pendidikan keagamaan.

Dalam Sarasehan dan Silaturahmi Akbar Guru LPQ se-Kota Bekasi. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Agung Al-Barkah dan diikuti lebih dari 1.000 ustaz dan ustazah., Aziz menegaskan bahwa seluruh penerima beasiswa akan memperoleh pembiayaan penuh selama masa studi. Ia memastikan bahwa beasiswa mencakup biaya pendaftaran hingga kelulusan. “Seluruh biaya pendidikan ditanggung penuh, mulai dari pendaftaran hingga lulus. Ini adalah kesempatan besar yang harus dimanfaatkan oleh para guru LPQ,” tambahnya.

Peningkatan Kapasitas

Melalui program ini, Kementerian Agama ingin meningkatkan kapasitas para pendidik agar mampu menerapkan pembelajaran yang efektif. Aziz menekankan pentingnya kompetensi metodologi dan penguasaan teknologi bagi para guru LPQ. “Kita ingin ustaz dan ustazah tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga memiliki pendekatan pembelajaran yang efektif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan anak-anak di era modern,” tegasnya.

Data EMIS menunjukkan terdapat 459.659 pengajar LPQ di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 222.040 belum menempuh pendidikan sarjana. Kondisi ini menunjukkan masih tingginya kebutuhan peningkatan kapasitas pendidik. “Mereka luar biasa, mampu mengajar mengaji, tilawah, dan membimbing anak-anak. Namun kami melihat pentingnya peningkatan kapasitas, khususnya dalam penguasaan metodologi pembelajaran,” jelas Aziz.

Aziz menambahkan bahwa peningkatan mutu pendidikan keagamaan tetap menjadi prioritas nasional. Ia menyebut pendidikan keagamaan berperan penting dalam penguatan karakter dan pemahaman agama. “Peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan kualitas SDM tetap menjadi prioritas nasional. Pendidikan keagamaan memiliki peran penting sebagai penguat pembelajaran agama dan pembentukan karakter bangsa,” sambungnya.

Semengtara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, Ali Mashuri, mendukung penuh program peningkatan kualitas guru LPQ melalui pendidikan formal. Ia melihat beasiswa ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembelajaran Al-Qur’an di masyarakat. “Kami sangat mendukung dorongan agar para guru LPQ meningkatkan jenjang pendidikannya. Ini adalah langkah penting dalam memperkuat kualitas pembelajaran Al-Qur’an di masyarakat,” ujarnya.

Faktor Penting

Ali Mashuri menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Ia menilai guru LPQ memiliki peran besar dalam membangun generasi berakhlak. “Guru LPQ memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi mereka harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya. Selain itu Ali juga mengajak seluruh ustaz dan ustazah di Kota Bekasi untuk memanfaatkan beasiswa ini. Ia menganggap program ini sebagai investasi jangka panjang bagi pengembangan diri serta peningkatan kualitas pendidikan. “Kami berharap para guru LPQ di Kota Bekasi dapat memanfaatkan program beasiswa ini dengan sebaik-baiknya sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan diri dan kualitas pendidikan,” tutupnya.

Harapannya program Beasiswa PJJ Keagamaan menjadi solusi bagi para pendidik yang menghadapi keterbatasan waktu dan jarak. Sistem kuliah daring membuka peluang besar bagi seluruh pendidik LPQ dan pesantren untuk meningkatkan kualifikasi akademik tanpa mengganggu aktivitas mengajar. Kesempatan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.