Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar PesantrenPilihan Editor

Milad ke-33 Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta Diwarnai Syukur, Inovasi, dan Penguatan Tradisi Keilmuan

264
×

Milad ke-33 Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta Diwarnai Syukur, Inovasi, dan Penguatan Tradisi Keilmuan

Sebarkan artikel ini
Milad
Kegiatan Milad ke 33 Pesantren Al Muhajirin Purwakarta ( Foto dok .muhajirin3.com)

P3M.OR.ID. Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta menggelar peringatan Tasyakur Milad dan Haul ke-33. Ribuan santri, keluarga besar pesantren, unsur tokoh masyarakat, jajaran Nahdlatul Ulama, mitra perbankan, hingga pejabat daerah hadir dalam acara yang berlangsung 5 Februari lalu. Peringatan Milad kali ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan Pondok Pesantren Al-Muhajirin sejak berdiri pada 7 Februari 1993. Selama tiga dekade lebih, pondok asuhan Kiai Abun Bunyamin tumbuh menjadi institusi pendidikan besar dengan 22 unit sekolah, tiga pondok pesantren, serta dua perguruan tinggi. Jumlah santrinya kini menembus lebih dari 6.000 orang.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menegaskan bahwa Milad ke-33 adalah momentum syukur dan konsolidasi untuk memperkuat peran Al-Muhajirin sebagai pusat pendidikan dan dakwah. “Al-Muhajirin senantiasa berkomitmen melahirkan generasi berakhlak, berpengetahuan, dan siap menjadi kader ulama, sarjana, serta penggerak ekonomi umat sebagaimana amanah Syaikhuna,” ujarnya. Beliau juga mengenang bahwa Al-Muhajirin memulai dari unit usaha kecil seperti percetakan dan katering, sebelum berkembang pesat menjadi lembaga pendidikan skala besar.

Sementara itu Menteri Agama Nasaruddin Umar juga memberi pesan mendalam terkait pentingnya spiritualitas sebagai fondasi pendidikan pesantren. “Pondok Pesantren Al-Muhajirin memiliki potensi besar sebagai mercusuar spiritual bagi masyarakat Purwakarta dan sekitarnya,” tutur Menteri Agama dalam tausiyahnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung makna bacaan basmalah. “Basmalah bukan sekadar ucapan. Ketika dilafalkan dengan kesadaran penuh, di situlah keberkahan Allah SWT mengalir,” ujarnya di hadapan ribuan santri.

Rangkaian kegiatan belangsung sejak pagi hari dengan penampilan seni para santri, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tawasul, serta lantunan shalawat.  Selain itu ada  Penampilan hadrah KH. Rd. Muhammad Hariri Abdul Aziz menambah kemeriahan acara, begitu pula pengundian doorprize yang dinanti para hadirin. Ada punla penampilan penyanyi Sulis . Puncak acara adalah  pemotongan tumpeng bersama keluarga besar pesantren. Setelah itu, para ulama seperti KH. Dr. Tata Sukayat, M.Ag., dan KH. Rd. Marfu Muhyiddin Ilyas, MA., menyampaikan Mauidhoh Hasanah.

Berbagai Pencapaian

Selain itu dalam usianya yang menapaki 33 tahun, Al-Muhajirin memperkuat tata kelola kelembagaan dengan membentuk tiga direktorat guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Pada 2025, pesantren juga menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di empat dapur besar: Kampus 1, 2, 3, dan Wanayasa. Program ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja lokal sekaligus mendukung pertanian masyarakat sekitar. Kemudian Al-Muhajirin meresmikan operasional Kampus 6 di Cikampek yang menaungi TK, SD, serta pondok pesantren, serta mengembangkan Pesantren Lansia di Kampus 5 yang berada di kawasan perkebunan durian dan sayuran. Yayasan Al-Muhajirin juga memperoleh pengakuan nasional setelah dipercaya menjadi nazir wakaf produktif oleh Badan Wakaf Indonesia, dan menerima penghargaan Nazir Wakaf Inovatif dari Kementerian Agama RI tahun 2025.

Pada penutupan acara, Al-Muhajirin turut meluncurkan dua buku karya KH. Rd. Marpu Muhyiddin Ilyas, MA., yakni “Super Nahwu: Tiga Bulan Lancar Baca Arab Gundul” dan “Super Tashrif 2: Tsulatsi Mazid, Ruba’i, dan Ghair Salim – Dzauq di Atas Rumus dengan Metode Drill dan Pola Bunyi.” Buku tersebut ditujukan bagi pimpinan pesantren, guru bahasa Arab, para santri pemula, hingga masyarakat umum yang ingin mempelajari bahasa Al-Qur’an secara sistematis di tengah kesibukan. Dalam kesempatan tersebut Menag Nasaruddin Umar juga meresmikan Gedung Aula Asrama Putri Kampus 3. Kehadiran Menteri Agama tersebut menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Milad ke-33 tahun Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Acara juga dihadiri Pimpinan Pesantren Abun Bunyamin bersama Nyai Dra. Hj. Euis Marfuah, MA, serta jajaran direktur seperti Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., Dr. Hj. Zahra Haiza Azmina, M.Ag., dan Hj. Kiki Zakiah Nuraisyah, S.S.I., M.H.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.