Pendidikan Quote Gus Dur
Pilihan EditorProfil Pesantren

Pesantren Sindangsari Al-Jawami, Pesantren Salaf Bersejarah di Bandung

1079
×

Pesantren Sindangsari Al-Jawami, Pesantren Salaf Bersejarah di Bandung

Sebarkan artikel ini
pesantren
Pondok Pesantren Sindangsari Al Jawami Bandung

P3M.OR.ID. Salah satu pesantren yang bersejarah di Bandung adalah Pondok Pesantren Sindangsari Al-Jawami. Pesantren salaf ini  merupakan salah satu pesantren terkemuka di Jawa Barat yang berlokasi di Cileunyi Wetan. Berdiri pada 3 Mei 1931 hingga sekarang terus mengalamai perkembangan. Pendiri pesantren ini adalah ulama kharismatik, K.H. Muhammad Sudja’i. Beliau adalah sosok pendidik dan pejuang yang kesohor dengan dedikasi yang tinggi terhadap pengembangan ilmu agama di tanah Pasundan.

Sebagai pesantren tradisional, Sindangsari Al-Jawami terus konsisten mempertahankan sistem pengajaran klasik ala pesantren salaf.  Salahs atunya adalah pengkajian kitab-kitab kuning secara mendalam. Namun seiring perkembangan zaman, pesantren ini juga berkembang menjadi pusat pendidikan yang modern tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Sejarah dan Asal Usul Nama Al-Jawami

Pada awal pendiriannya, pesantren ini hanya bernama Pesantren Sindangsari. Namun pada tahun 1977, ketika lembaga pendidikan formal mulai  muncul, nama tersebut diubah menjadi Sindangsari Al-Jawami. Penambahan kata Al-Jawami memiliki makna khusus yang sangat personal bagi sang pendiri. Nama tersebut terinspirasi dari kitab usul fikih karya Tajuddin As-Subki berjudul Jam’ul Jawami yang merupakan kitab favorit K.H. Muhammad Sudja’i. Penggunaan nama Al-Jawami sekaligus menandai harapan agar pesantren ini menjadi tempat berkumpulnya para pencari ilmu serta melahirkan santri yang menguasai berbagai disiplin keilmuan Islam.

K.H. Muhammad Sudja’i lahir dari pasangan K.H. Ghazali dan Hj. Siti yang berasal dari Cirebon dan anak bungsu dari empat bersaudara.  Kiai Sudjai adalah sebagai ulama yang rendah hati, tegas, sekaligus memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan. Maka tidak  mengherankan beliau menanamkan karakter disiplin dan kecintaan terhadap ilmu kepada para santri sejak awal berdirinya pesantren.

Sejak tahun 1970-an, pesantren ini semakin berkembang dengan hadirnya lembaga pendidikan formal seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs). Madrasah Aliyah (MA) hingga Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YAPATA Al-Jawami

STAI YAPATA Al-Jawami menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi pesantren, membuka ruang bagi santri dan masyarakat luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi berbasis keislaman. Salah satu karakter unik Pesantren Sindangsari Al-Jawami adalah komposisi santrinya. Berkat lokasinya yang strategis dan berada di sekitar kawasan perguruan tinggi Bandung Timur, hampir 90 persen santri adalah mahasiswa atau pelajar tingkat lanjutan. Hal ini menjadikan Al-Jawami sebagai pesantren urban yang menjadi rujukan bagi mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu agama sambil menempuh pendidikan formal di luar pesantren.

Selain itu pesantren Sindangsari Al-Jawami.mempertahankan metode belajar khas pesantren salaf. Pertama dengan metide sorogan wetonan yaitu santri membaca kitab di hadapan ustaz atau kiai. Metode ini melatih ketelitian, pemahaman gramatika Arab, serta kemampuan membaca kitab kuning tanpa harakat. Selain itu ada metode klasikal yaitu ustadz atau kiai membaca serta menjelaskan kitab, sementara santri menyimak. Metode ini memudahkan pemahaman materi dan memperkuat hafalan dasar nahwu dan sharaf. Untuk pengkajian ilmu alat pada pesnatren ini antara lain nahwu, sharaf, manthiq, hingga balaghah. Ilmu ini menjadi fondasi utama pendidikan di Al-Jawami. untuk itu santri selalu dituntut mampu membaca kitab gundul sekaligus memahami konteksnya secara mendalam.

Sistem Kepengurusan Unik

Salah satu ciri khas Sindangsari Al-Jawami adalah keberadaan Dewan Santri (DESAN), yaitu organisasi internal yang mendapat mandat langsung oleh kiai untuk mengelola hampir seluruh aspek pendidikan santri. Otoritas ini meliputi pengajaran dasar, pengaturan kegiatan, hingga manajemen harian pesantren. Model ini dianggap berhasil membentuk kemandirian santri sekaligus melatih kemampuan kepemimpinan mereka.

Selain itu Pesantren Sindangsari Al-Jawami juga memberi ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi non-akademik melalui berbagai organisasi, seperti Corp Dakwah Santri Al-Jawami (CDSA) – wadah pelatihan dakwah dan retorika. Kemudian ada Asosiasi Filologi Al-Jawami  yaitu membina kemampuan santri dalam memahami naskah klasik Selain itu Dewan Santri (DESAN)  yaitu lembaga kepemimpinan internal Kemudian para santri juga diwajibkan mengikuti program Karya Nyata Santri (KNS), yaitu pengabdian masyarakat selama satu bulan sebagai bentuk implementasi ilmu yang dipelajari.

Sebagai pesantren salaf bersejarah yang berusia hampir satu abad, Pondok Pesantren Sindangsari Al-Jawami terus bertransformasi tanpa kehilangan akar tradisinya. Sistem pendidikan yang kuat, perpaduan santri dari kalangan mahasiswa, serta berbagai program pengembangan karakter menjadikan Al-Jawami sebagai salah satu pesantren paling berpengaruh di Bandung. Pesantren ini bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga ruang pembentukan mental, intelektual, dan kepemimpinan santri agar siap menjadi bagian penting masyarakat di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.