Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar PesantrenPilihan Editor

Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo Perkuat Kolaborasi, Dorong Pengembangan Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren

235
×

Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo Perkuat Kolaborasi, Dorong Pengembangan Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren

Sebarkan artikel ini
Kerjasama
Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo menjalin kerja sama akademik untuk memperkuat pengembangan perguruan tinggi berbasis pesantren.

P3M.OR.ID. Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta dan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri resmi memperkuat kerja sama akademik melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Penandatanganan berlangsung di Ruang Senat UIT Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (12/6) .Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan dua perguruan tinggi yang tumbuh dari tradisi pendidikan pesantren. Kedua institusi berkomitmen memperluas kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Presiden Universitas Darunnajah, KH Sofwan Manaf, menandatangani dokumen kerja sama bersama Rektor Universitas Islam Tribakti Lirboyo, KH Reza Ahmad Zahid. Sejumlah pimpinan kampus dan sivitas akademika dari kedua pihak turut menyaksikan prosesi tersebut. Rombongan Universitas Darunnajah dipimpin langsung oleh KH Sofwan Manaf. Ia hadir bersama Wakil Rektor Muhammad Irfanudin Kurniawan, dosen Rizma Ilfi, serta sejumlah delegasi lainnya. Sementara itu, pihak UIT Lirboyo menyambut rombongan dengan jajaran pimpinan universitas dan sivitas akademika. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Silaturahim

Dalam sambutannya, KH Sofwan Manaf menegaskan bahwa kunjungan ke Lirboyo tidak sekadar agenda formal. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai bagian dari silaturahmi sekaligus kesempatan untuk belajar dari pengalaman pesantren yang telah lama berkontribusi dalam dunia pendidikan Islam. “Niat kami hadir di Universitas Islam Tribakti ini adalah silaturahmi dan mencari keberkahan. Kami datang untuk belajar,” kata Sofwan melansir laman nu.or.id jakarta. Menurutnya, pengembangan perguruan tinggi berbasis pesantren membutuhkan banyak masukan dan pengalaman dari berbagai lembaga pendidikan yang telah lebih dahulu berkembang.

Kiai Sofwan menilai UIT Lirboyo memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pendidikan tinggi yang tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren. Pengalaman tersebut menjadi referensi penting bagi Universitas Darunnajah yang terus mengembangkan kapasitas akademiknya. Kemudian lanjut Kiai Sofwan, Universitas Darunnajah berdiri pada tahun 2022. Kampus tersebut lahir melalui proses penggabungan sejumlah sekolah tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Darunnajah.

Dalam waktu relatif singkat, Universitas Darunnajah terus memperluas peran dan jangkauan pendidikannya. Saat ini jaringan Darunnajah mencakup 23 kampus pesantren yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.Selain itu, jaringan pendidikan tersebut juga didukung aset tanah wakaf produktif yang mencapai sekitar 1.228 hektare. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Untuk itu dirinya berharap kerja sama dengan UIT Lirboyo tidak berhenti pada bidang akademik semata. Ia ingin kolaborasi berkembang ke sektor lain yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, bidang ekonomi, bisnis, kesehatan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama.

UIT Lirboyo Jaga Tradisi dan Perluas Kiprah Global

Di hadapan para tamu, Rektor UIT Lirboyo KH Reza Ahmad Zahid atau yang akrab dengan sapaan Gus Reza menjelaskan profil kampus yang dipimpinnya.  Kiai Reza menyampaikan bahwa UIT Lirboyo berada di bawah naungan Pondok Pesantren Lirboyo dengan moto “Dari Pesantren untuk Bangsa”. Moto tersebut menjadi landasan dalam menjalankan pendidikan, pengabdian, dan dakwah kepada masyarakat. Menurut Gus Reza, lebih dari 80 persen mahasiswa UIT berasal dari lingkungan pesantren. Kondisi tersebut memperkuat identitas kampus sebagai perguruan tinggi yang lahir dari tradisi keilmuan pesantren.

UIT Lirboyo yang berdiri sejak tahun 1966 saat ini memiliki 17 program studi. Kampus tersebut terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas jejaring internasional. Menurutnya mengungkapkan bahwa UIT secara rutin mengirim dosen dan lulusan ke berbagai negara. Mereka menjalankan misi dakwah sekaligus mengajarkan ilmu keislaman kepada masyarakat internasional. Beberapa negara tujuan antara lain Inggris, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi keilmuan pesantren Indonesia ke tingkat global. “Kami hanya meneruskan tradisi dan budaya para leluhur kami,” ujar Gus Reza.

Fokus pada Akademik, Penelitian, dan Internasionalisasi

Melalui nota kesepahaman, kedua perguruan tinggi sepakat menindaklanjuti kerja sama dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis dan operasional. Ruang lingkup kolaborasi mencakup berbagai bidang strategis. Di antaranya pengembangan akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, dakwah, pertukaran pengalaman kelembagaan, hingga internasionalisasi kampus.

Kedua institusi juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, publikasi ilmiah, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa  Harapannya adanya langkah tersebut akan mampu memperkuat posisi perguruan tinggi Islam berbasis pesantren dalam menghadapi dinamika pendidikan modern yang terus berkembang. Kerja sama antara Universitas Darunnajah dan Universitas Islam Tribakti Lirboyo menjadi sinyal kuat bahwa perguruan tinggi pesantren terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Di tengah persaingan global, kampus berbasis pesantren tidak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga berupaya menghadirkan inovasi dalam pendidikan tinggi.

Melalui kolaborasi yang lebih erat, kedua institusi berharap dapat mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, karakter keislaman, serta kemampuan menjawab tantangan masyarakat modern. Sinergi tersebut juga akan memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam dalam pembangunan bangsa. Dengan memadukan nilai pesantren dan kualitas akademik, kampus-kampus Islam akan mampu menjadi pusat lahirnya generasi unggul yang berdaya saing global tanpa meninggalkan akar tradisi keislaman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.