P3M.OR.ID. Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan kembali menggelar Haflah Akhirus Sanah ke-47 dengan penuh khidmat dan semarak. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting untuk menandai berakhirnya tahun pendidikan sekaligus memberikan apresiasi kepada para santri yang telah menyelesaikan jenjang pembelajaran mereka. Ribuan santri, wali santri, alim ulama, serta masyarakat memadati kompleks Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut berlanjut dengan Khataman Al-Qur’an bin nadzar, wisuda santri, pemberian penghargaan prestasi, hingga mau‘idhah hasanah dari para ulama.
Haflah Akhirus Sanah tidak hanya menjadi seremoni penutupan tahun ajaran. Acara ini juga menjadi sarana memperkuat nilai keilmuan, akhlak, dan tradisi pesantren yang telah mengakar selama puluhan tahun. Kegiatan tersebut mulai dengan khataman Juz ‘Amma bil hifdzi yang bersama para santri. Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengawali suasana penuh syukur atas capaian para santri selama menjalani pendidikan di pesantren.
Setelah khataman, acara berlanjut dengan prosesi wisuda santri kelas III Madrasah Diniyah Ulya dan kelas III Madrasah Diniyah Rabithah. Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, KH Achmad Chalwani Nawawi, memimpin langsung prosesi tersebut sekaligus menyerahkan ijazah kelulusan kepada para wisudawan. Momen wisuda menjadi kebanggaan tersendiri bagi para santri dan keluarga mereka. Tidak sedikit wali santri yang hadir untuk menyaksikan secara langsung hasil perjuangan putra-putri mereka selama menuntut ilmu di lingkungan pesantren.
Penguatan Akhlak Menjadi Pesan Utama
Dalam tausiyahnya, KH Achmad Chalwani Nawawi menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan pesantren ukuerannya tidak hanya dari penguasaan ilmu. Akhlak dan penghormatan kepada guru menjadi fondasi utama dalam proses belajar. “Jangan sampai tidak hormat kepada guru. Kiai Chalwani kemudian menjelaskan makna hadits tersebut kepada para santri dan jamaah yang hadir. “Kanjeng Nabi ngendiko, barang siapa menyepelekan guru, tidak hormat, meremehkan guru, maka Allah Swt. akan menimpakan tiga penyakit kepadanya. Satu, sulit untuk bicara. Yang kedua, cepat lupa apa yang dia sudah hafal. Yang paling ngeri yang ketiga, akhir hidupnya jadi orang yang hina dina,” tambahnya Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberkahan ilmu lahir dari adab yang baik kepada guru dan para masyayikh.
Kemeriahan Haflah Akhirus Sanah semakin terasa saat panitia memberikan penghargaan kepada sejumlah santri berprestasi. Penghargaan tersebut adalah untuk yang berhasil menyelesaikan hafalan tertentu serta mengkhatamkan Kitab Alfiyah Ibnu Malik dalam satu kali duduk. Pemberian penghargaan menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan para santri dalam menuntut ilmu. harapannya tradisi ini juga mampu memotivasi santri lain untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun keagamaan.
Sementara itu Ketua Panitia Haflah Akhirus Sanah, Muhammad Khoirul Anam, mengajak para santri untuk tetap optimistis dalam menghadapi masa depan. “Jangan takut untuk jatuh dan jika jatuh, jangan ragu untuk bangkit kembali. Mari kita menjadi orang-orang yang berani berkata pasti bisa. Pasti bisa untuk beribadah kepada Tuhan, untuk mewujudkan cita-cita bangsa, untuk keluarga, dan untuk almamater Pondok Pesantren An-Nawawi tercinta ini.”
Sistem Pendidikan Pesantren Dapat Apresiasi
Dalam mau‘idhah hasanah, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Husna Magelang, KH Muhsin Ghozali, memberikan apresiasi terhadap penerapan sistem pendidikan Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan. “Pesantren ini pesantren yang komplit, ada syariatnya. selain itu juga ada diniyahnya, ada Al-Qur’annya, dan juga ada thariqahnya,” ujar Kiai Muhsin melansir laman nu.or.id.jateng. Menurutnya, perpaduan pendidikan syariat, ilmu diniyah, Al-Qur’an, dan thariqah menjadi kekuatan utama yang menjadikan An-Nawawi Berjan sebagai salah satu pesantren yang terus berkembang dan dipercaya masyarakat.Pada kesempatan tersebut, KH Muhsin juga mengingatkan pentingnya menjaga penghormatan kepada ulama, pemerintah, tetangga, kerabat, dan keluarga sebagai bagian dari akhlak seorang Muslim.
Perwakilan wali santri, KH Sarjono, turut menyampaikan apresiasi kepada KH Achmad Chalwani Nawawi dan seluruh asatidz yang telah membimbing para santri dengan penuh kesabaran.Ia menilai keberhasilan para santri mencapai tahap wisuda tidak terlepas dari dedikasi para guru yang terus mendampingi proses belajar mereka.
Haflah Akhirus Sanah ke-47 menjadi bukti komitmen Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Melalui khataman, wisuda, penghargaan prestasi, dan nasihat para ulama, acara ini menjadi momentum syukur sekaligus penguatan nilai-nilai pesantren bagi para santri. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH Muhammad Azhari Al-Hafidz. Doa tersebut menjadi harapan agar ilmu yang diperoleh para santri membawa manfaat luas bagi agama, bangsa, dan masyarakat.













