Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar TerkiniPilihan Editor

Belajar Kesehatan Mental dari Tiga Pesantren

208
×

Belajar Kesehatan Mental dari Tiga Pesantren

Sebarkan artikel ini
santri
Ilustrasi

P3M.OR.ID. Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di lingkungan pesantren terus mengalami peningkatan. Berbagai pesantren kini tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi psikologis santri. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pesantren ramah anak. Selain itu, upaya ini juga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan santri secara optimal.

Sejumlah praktik baik dalam penanganan luka psikologis santri terungkap dalam kegiatan Diseminasi Pedoman Penyelenggaraan Pesantren Sehat. Acara yang berlangsung  di Depok pada 18–21 Mei 2026. merupakan kegiatan Kementerian Kesehatan bersama Asian Development Bank (ADB) dan Kementerian Agama melalui Direktorat Pesantren.  Menurut Direktur Pesantren, Basnang Said, berbagai pesantren telah menerapkan pendekatan yang lebih humanis dan kolaboratif. Pendekatan tersebut memadukan nilai-nilai keislaman dengan pendampingan profesional guna mendukung kesehatan mental santri. Salah satu contoh datang dari Pesantren Modern Al Amanah Junwangi di Sidoarjo, Jawa Timur. Pesantren ini mengembangkan pendekatan yang menggabungkan terapi spiritual, edukasi kesehatan mental, dan layanan pendampingan profesional.

Para santri membiasakan diri membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat sunnah, serta berdzikir secara rutin. Pesantren juga mengadakan praktik riyadhah bathiniyah bersama Jam’ah Syadziliyah sebagai bagian dari penguatan spiritual. “Pendekatan ini ternyata mampu membantu santri memperoleh ketenangan jiwa dan kestabilan emosi,” terang Direktur Pesantren Basnang Said di Jakarta, Jumat (29/5).

Selain penguatan spiritual, Al Amanah juga mengembangkan program Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Program tersebut telah berjalan berkat kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Kementerian Kesehatan. Program ini membekali guru, pengasuh, dan santri dengan kemampuan mengenali gejala tekanan psikologis sejak dini. Mereka juga mendapatkan keterampilan memberikan dukungan emosional awal kepada individu yang membutuhkan bantuan.

Literasi Kesehatan Mental

Pesantren Al Amanah tidak berhenti pada program pendampingan. Mereka juga aktif meningkatkan literasi kesehatan mental melalui berbagai kegiatan edukatif. “Penguatan literasi kesehatan mental juga dilakukan melalui seminar dan edukasi bertema kesehatan mental remaja, termasuk kegiatan “Smart Living: Healthy Mind and Body” yang melibatkan psikolog maupun aparat kepolisian,” ujar Basnang.Langkah tersebut membantu santri memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sejak usia remaja. Edukasi juga mengurangi stigma terhadap individu yang mengalami masalah psikologis. Untuk kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, pesantren menjalin kerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan. “Untuk kasus yang membutuhkan penanganan lebih mendalam, pesantren turut bekerja sama dengan fasilitas kesehatan dan layanan psikologi profesional di wilayah Sidoarjo, termasuk RSUD Sidoarjo Barat,” sambungnya.

Praktik serupa juga diterapkan oleh Pondok Pesantren Dar El Hikmah di Pekanbaru, Riau. Pesantren modern berbasis boarding school ini menempatkan guru agama dan pengasuh sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental santri. Di bawah naungan Yayasan Nur Iman, Dar El Hikmah mengembangkan sistem pendampingan yang berfokus pada hubungan emosional yang sehat antara santri dan pengasuh.

Pendekatan tersebut menekankan bimbingan emosional berbasis nilai-nilai Islam. Selain itu, pesantren juga memperkuat komunikasi yang suportif serta melakukan deteksi dini terhadap perubahan perilaku santri. “Melalui sistem pengawasan dan pendampingan yang intensif, pesantren berupaya menciptakan lingkungan asrama yang aman dan penuh empati bagi para peserta didik,” sebut Basnang. Lingkungan yang penuh empati dinilai mampu membantu santri menghadapi berbagai tantangan selama menjalani kehidupan di asrama.

 Sistem Pendampingan yang Komprehensif

Sementara itu, Perguruan Islam Ar Risalah di Padang, Sumatera Barat, menerapkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Pesantren ini menggabungkan layanan psikososial, spiritual, dan penguatan sistem asrama. Ar Risalah pernah meraih penghargaan Pesantren Ramah Anak Terbaik se-Sumatera Barat. Prestasi tersebut menunjukkan komitmen mereka dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada santri.

Pesantren menyediakan layanan bimbingan konseling rutin yang ditangani oleh tim konselor serta pembina asrama. Para pembina telah mengikuti pelatihan khusus terkait pendampingan psikologis. Pendekatan spiritual dilakukan melalui salat berjamaah, zikir, muhasabah, dan pembinaan karakter. Kegiatan tersebut membantu santri mengelola emosi sekaligus memperkuat ketahanan diri. Selain itu, Ar Risalah juga rutin mengadakan program mentoring kelompok kecil. Program ini menjadi sarana untuk memantau proses adaptasi santri serta membantu mereka mengelola stres. Kegiatan tersebut juga memperkuat dukungan sosial antarsantri sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat secara emosional. “Ar Risalah juga menerapkan pola pengawasan humanis berbasis sistem boarding untuk mencegah perundungan dan menciptakan ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan sehat secara emosional,” tutur Basnang.

 

Basnang menegaskan bahwa berbagai praktik baik tersebut menunjukkan perubahan positif dalam dunia pesantren. Saat ini, pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan agama. Pesantren juga berkembang menjadi ruang pengasuhan yang memperhatikan kesehatan mental, perlindungan anak, dan kesejahteraan emosional santri. Pendekatan spiritual yang dipadukan dengan layanan psikologis profesional menjadi model yang efektif. Model tersebut membantu pesantren menciptakan lingkungan yang lebih ramah anak, inklusif, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan psikologis generasi muda. Melalui langkah-langkah tersebut, pesantren semakin siap menjadi tempat belajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menyehatkan jiwa dan membangun karakter santri secara menyeluruh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.