P3M.OR.ID. Peringatan Haul ke-34 Almaghfurlah KH. Muhammad Sholeh di Pondok Pesantren Attanwir Talun berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan ilmiah dan keagamaan yang menegaskan kuatnya tradisi intelektual pesantren. Salah satu kegiatan utama yang menyedot perhatian adalah Bahtsul Masail, forum diskusi fikih yang mempertemukan para ulama, pengasuh pesantren, dan perwakilan Majelis Wakil Cabang NU dari wilayah Bojonegoro, Lamongan, hingga Tuban.
Forum bagian dari kegiatan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Attanwir dan pelaksaannya berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026 di Auditorium SMK Attanwir, Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo. Sekitar seratus peserta hadir untuk mengikuti pembahasan hukum Islam yang relevan dengan perkembangan sosial masyarakat modern. Panitia Haul ke-34 menggandeng LBM PCNU Bojonegoro demi memperkuat pelaksanaan Bahtsul Masail yang sudah menjadi agenda tahunan dalam rangkaian peringatan haul. Mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Attanwir, KH. Nafik Sahal menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya forum ilmiah tersebut. Beliau menegaskan bahwa tradisi keilmuan sebenarnya sudah mengakar sejak masa KH. Muhammad Sholeh. “Mbah Yai Sholeh sangat bersemangat menulis, bahkan mampu membuat banyak kitab saat itu,” tegasnya.
Dukungan serupa datang dari KH. Hilmi Al Jumadi, Katib Syuriah PCNU Bojonegoro. Ia menjelaskan bahwa Bahtsul Masail rutin LBM NU tingkat PC setiap bulan, dan momentum haul kali ini menjadi momen yang tepat untuk memperluas manfaatnya. “Kebetulan hari ini bersamaan dengan rangkaian Haul ke 34 Almaghfurlah KH. Muhammad Sholeh,” ujarnya. Pelaksanaan forum juga melibatkan Ikatan Keluarga Ma’had Islami (IKAMI) Attanwir bersama PCNU Bojonegoro. Ketua Umum IKAMI Attanwir, H. Amin Mahmud, menjelaskan bahwa beberapa persoalan aktual telah siap untuk menjadi bahsan oleh peserta dan tim LBM. Isu-isu tersebut mencakup hukum mengganti batu nisan, praktik memperjualbelikan pekerjaan, hingga penggunaan ulang video promosi milik orang lain untuk kebutuhan affiliate marketing. “Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjawab persoalan keagamaan kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat,” tuturnya.
Panduan Yang Relevan
Pengurus LBM Attanwir, Ahmad Nasiruddin, menambahkan bahwa Bahtsul Masail adalah untuk memberi panduan hukum Islam yang bijak dan relevan dengan tantangan zaman.
“Bahtsul masail ini menjadi ruang penting untuk memberikan pemahaman hukum Islam secara bijak dan kontekstual, terutama terhadap persoalan yang muncul di era digital dan sosial saat ini,” jelasnya.
Dalam pembahasan pertama, peserta mendalami persoalan hukum mengganti batu nisan lama menjadi nisan baru yang lebih baik, termasuk penambahan ukiran ayat Al-Qur’an. Forum meninjau kebolehan pergantian tersebut serta kedudukan penulisan ayat Al-Qur’an pada nisan yang posisinya berada di bawah. Pembahasan kedua menyoroti praktik menjual pekerjaan, khususnya kasus seorang pekerja cleaning service yang diminta mencarikan pengganti oleh atasan. Namun lalu posisi itu dijual seharga Rp10 juta. Status akad dan hukum praktik ini akan ada pembahasannya mendalam dari perspektif fikih.
Isu ketiga menyoroti perkembangan dunia digital, yaitu penggunaan ulang video promosi milik orang lain kemudian megeditnya dan menggunakannya kembali di platform seperti TikTok atau Shopee. Pembahasan ini mencakup persoalan hak cipta, etika pengambilan konten tanpa izin. Selain itu juga penggunaan aplikasi edit seperti CapCut, serta keabsahan komisi affiliate yang dihasilkan dari video hasil edit ulang. Nasiruddin menegaskan bahwa persoalan hak cipta digital membutuhkan kajian fikih mendalam agar masyarakat memperoleh pedoman hukum yang tepat. Menjelang acara puncak, berbagai kegiatan telah dimulai dua pekan sebelumnya. Institut Attanwir menggelar Rauhah Kitab Riyadhussholihin sejak 6 Mei hingga 28 Mei 2026 setiap sore, sebagai ikhtiar memperkuat tradisi pengkajian kitab di lingkungan pesantren.
Haul Masyayikh Pondok
Rangkaian Haul ke-34 juga meliputi sejumlah agenda lain, mulai kegiatan Sambung Sanad 1 pada 15 Mei 2026 di Maqbaroh KH. Abu Dzarrin dan KH. Basyir Penghulu Bojonegoro, menyusl kemudian Sambung Sanad 2 pada 17 Mei 2026 di Maqbaroh KH. Faqih Maskumambang dan KH. Abdul Djabbar Tsani, Dukun, Gresik. Pada 23–29 Mei 2026, Bazar Alumni Attanwir Talun berlangsung meriah sebagai ajang silaturahmi dan pemberdayaan ekonomi alumni.
Tanggal 24 Mei 2026 menjadi hari pelaksanaan Khitanan Massal dan Bahtsul Masail. Kemudian pada 27 Mei 2026,. kemudian ada Institut Attanwir Bersholawat sebagai wujud mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW. Khotmul Qur’an dan Ziarah pada 28 Mei 2026 sebagai penanda berakhirnya rangkaian kegiatan pra-acara puncak. Seluruh rangkaian kegiatan ini semakin meneguhkan Pondok Pesantren Attanwir sebagai pusat penguatan tradisi intelektual dan spiritual, sekaligus memperluas jalinan silaturahmi dengan masyarakat luas.













