Pendidikan Quote Gus Dur
Pilihan EditorProfil Pesantren

Pesantren Al Ihya Ulumaddin Kesugihan : Penjaga Tradisi dan Membangun Peradaban Ilmu

911
×

Pesantren Al Ihya Ulumaddin Kesugihan : Penjaga Tradisi dan Membangun Peradaban Ilmu

Sebarkan artikel ini
pesantren
Suasana belajar di pesantren Al Ihya Ulumuddin Kesugihan Cilacap

P3M.OR.ID. Wilayah Kesugihan, Kabupaten Cilacap berdiri sebuah pesantren yang hampir satu abad. Adalah Pesantren Al Ihya Ulumddin yang  menjadi pusat pendidikan Islam dan perubahan sosial di  selatan Jawa Tengah ini. Pondok ini tidak hadir bukan hanya sebagai ruang belajar semata. Namun  lambat laun  menjadi napas peradaban yang tumbuh dari semangat dakwah dan kecintaan terhadap ilmu.

Jejak perjuangannya berawal pada 24 November 1925, ketika KH Badawi Hanafi memantapkan langkah untuk mendirikan sebuah pesantren. Pada masa awal pendiriannya, beliau memanfaatkan mushola sederhana warisan ayahnya, KH Fadhil, yang populer dengan sebutan “Langgar Duwur”. Bermula dari bari bangunan kecil itulah segala proses pedidikan pesantren bermula. Mushola sederhana itu perlahan berkembang menjadi pusat aktivitas keagamaan yang semakin ramai seiring datangnya para santri.

Maka pada tanggal 24 November 1925, KH Badawi Hanafi mendirikan pondok pesantren di Desa Kesugihan secara resmi. Dari generasi ke generasi, kepemimpinannya berpindah kepada KH Ahmad Mustholih dan KH Chasbulloh Badawi. Perubahan demi perubahan kemudian muncul seiring perkemvbangan zaman. Maka pada tahun 1961 berganti nama menjadi Pendidikan dan Pengajaran Agama Islam (PPAI). tepat dua dekade kemudian, tepatnya 1983, nama baru berubah menjadi Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin. Penamaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada sang pendiri yang sangat mengagumi karya monumental Imam Al Ghazali yaitu kitab Ihya Ulumuddin.

Terus Berkembang

Pasca wafatnya KH Mustholih Badawi pada 1998, estafet kepemimpinan diteruskan oleh KH Chasbulloh Badawi dan KH Imdadurrohmahman Al Ubudi. Di bawah asuhan mereka, Al Ihya Ulumaddin memasuki fase perkembangan pesat. Hal itu ditandai lahirnya berbagai lembaga pendidikan formal mulai TK, MI, SLTP, MTS, SMU, MA, hingga perguruan tinggi. Pada 1988, Institut Agama Islam Imam Ghozali resmi berdiri sebagai salah satu tonggak penting perkembangan pesantren.

Jumlah santri pun semakin bertambah, kini santrinya mencapai ribuan baik putra maupun putri. putri yang menempati.  Pesantren yang berdiri di atas lahan lima hektare ini menggunakan sistem khas pesantren salafi seperti bandungan, sorogan, takror, bahtsul masail, hingga sima’an Al-Qur’an.  Seiring waktu, Al Ihya Ulumaddin juga mengembangkan berbagai lini pendidikan formal dan nonformal. Madrasah Diniyah Nahdlatuth Thullab tetap menjadi basis pembelajaran klasik, sementara majelis-majelis taklim seperti pengajian Selasan, pengajian Jum’at Kliwonan, hingga pengajian khusus thariqah terus berjalan sebagai tradisi yang mengakar.

Fasilitas Lengkap

Melansir laman alihyaulumaddin.ponpes.id, Pesantren juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pusat informasi pesantren, penerbitan buletin “Al Ihya”, pelatihan kepenulisan, pembinaan organisasi, hingga pembentukan forum kajian ilmiah bagi sarjana muslim. Bahkan fasilitas seperti Bank Sampah Al Ihya menunjukkan komitmen untuk membangun kesadaran lingkungan di kalangan santri.

Pesantren yang terletak di jalan Kemerdekaan Barat No 12 Kesugihan Kidul Cilacap memiliki fasilitas pendidikan dan penunjang pesantren semakin lengkap. Mulai Masjid Al Ihya, mushola putri, gedung madrasah putra-putri, perpustakaan Dar Al-Hikmah, hingga kompleks-kompleks asrama berdasarkan tingkat pendidikan. Berbagai sarana seperti dapur umum, koperasi pesantren, kantin, depot air minum, toko kitab, laundry pesantren, hingga pos kesehatan memberikan kenyamanan bagi santri dalam menuntut ilmu.

Di luar pendidikan formal, kehidupan santri diperkaya oleh berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti seni hadroh, tilawah serta kaligrafi. Hemudian ada  Pencak Silat Pagar Nusa, kegiatan teater, hingga pelatihan pengelolaan sampah. Setiap tahun, pesantren rutin menggelar haul masyayikh, pengajian Ramadhan dan kegiatan yang menjadi bagian pembentukan spiritualitas dan kecintaan terhadap tradisi.

Dengan sejarah panjang, sistem pendidikan yang lengkap, dan fasilitas yang terus berkembang, Pesantren Al Ihya Ulumaddin Kesugihan tidak sekadar menjadi institusi pendidikan, melainkan pusat pembentukan karakter dan pemelihara tradisi keilmuan Islam. Dari desa di pesisir Cilacap, pesantren ini terus menebar cahaya ilmu dan menjadi rujukan bagi masyarakat yang mendambakan pendidikan agama yang utuh, moderat, dan berakar kuat pada warisan para ulama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.