Kabar P3M

Mbah Hasyim Asy’ari: Mahaguru Pesantren

21
×

Mbah Hasyim Asy’ari: Mahaguru Pesantren

Sebarkan artikel ini
P3M–Kiai Haji Hasyim Asy’ari yang membidani kelahiran Nahdlatul Ulama layak disebut sebagai mahaguru pesantren Indonesia. Banyak kiai dan pemimpin pesantren menimba ilmu kepadanya. Sejarawan Islam, Azyumardi Azra, pernah menyebutkan, keunggulan KH Hasyim Asy’ari dalam hal keilmuan dan kepemimpinan membuatnya digelari hadratus syekh atau mahaguru pesantren di Indonesia.
Hasyim membekali diri dengan ilmu keislaman di sejumlah pesantren di Jawa Timur. Ia juga mendalami ilmu hadis di Mekkah, Arab Saudi. Sepulangnya dari Tanah Suci, Hasyim yang lahir dari keluarga pesantren lantas mendirikan Pondok Pesantren Tebu Ireng di Jombang, Jawa Timur, tahun 1899.
Awalnya, warga sekitar yang kala itu mengalami kebobrokan moral menolak kehadiran Hasyim dan pesantrennya. Namun, sikap Hasyim yang lemah lembut dan suka menolong lambat laun meluluhkan hati warga. Santrinya pun datang mengalir dari sejumlah daerah. Di bawah kepemimpinannya, Tebu Ireng menjadi pesantren terbaik dan terbesar di Nusantara pada abad ke-20.
Di bidang keilmuan, KH Hasyim mengarang buku-buku dalam berbagai bidang, seperti fikih, tasawuf, dan pemikiran Islam. Buku-buku itu masih dipelajari santri hingga kini. Kiprahnya tidak hanya dirasakan di Tanah Air, tetapi juga di dunia Islam internasional. Protesnya bersama Komite Hijaz atas rencana pembongkaran makam Rasulullah SAW dikabulkan Pemerintah Arab Saudi. Komite Hijaz dibentuk tahun 1926 yang berisikan sejumlah ulama di Jawa Timur.
Di balik ketokohannya yang disegani, Hasyim Asy’ari adalah sosok yang rendah hati. Ia pernah didapati mencuci pakaiannya sendiri. ”Mbah Hasyim ulama yang rendah hati dan sederhana. Beliau juga sangat menghormati ulama lain walaupun berbeda pendapat,” kata Fahmi Amrullah (44), salah seorang cucu KH Hasyim Asy’ari.
NU yang kini menjadi organisasi massa Islam terbesar di Indonesia berdiri 31 Januari 1926. Hasyim Asy’ari mendirikan NU bersama beberapa kiai, yakni Kiai Abdul Wahab Hasbullah, Kiai Bisri Syamsuri, Kiai Ridwan, dan beberapa ulama lain. Hasyim muncul sebagai figur yang mengarahkan dan menyusun aturan dasar NU.
Organisasi yang memiliki 85 juta anggota ini pernah mengalami pasang surut dan masuk pusaran politik. Cucu KH Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur, mengembalikan NU kepada khitahnya sebagai organisasi sosial keagamaan dan tidak terjun ke politik kekuasaan. (TIF/EKI)
Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *