Kabar P3M

Pelatihan dan Penulisan Buletin Jum’at di P3M Hari ini

27
×

Pelatihan dan Penulisan Buletin Jum’at di P3M Hari ini

Sebarkan artikel ini
Pelatihan dan Penulisan Buletin Jum’at al-Hikmah P3M di mulai hari ini. Sebelas peserta hadir, 5 dari dari Depok dan 6 dari Bogor. Hampir semuanya adalah alumni pelatihan P3M sebelumnya, yakni Pelatihan Islam dan Penegakan HAM, atau dalam bahasa lainnya, Islam wa Taqwim al-Dloruriyat al-Khomsah. Pelatihan Islam dan Penegakan HAM itu sendiri dilaksanakan di dua kota, Depok dan Bogor, pada tanggal 24-27 Desember dan 07-10 Januari 2011.
Pendamping Program Islam dan Penegakan HAM P3M, Masykurudin Hafidz, kemarin, 01/05, melalui email memberitahukan bahwa Pelatihan dan Penulisan Buletin Jum’at P3M akan dihadiri sepuluh orang, lima orang dari Depok dan lainnya dari Bogor. Tetapi yang datang hari ini sebelas orang termasuk dua CO (Commite Organization) dari Depok, Siti Solihah dan Dudung Solahudin. Hal ini menunjukkan hal positif menurut Masykur. “Target yang kami inginkan delapan sampai sepuluh orang, kalau hari ini yang datang dan aktif mengikuti pelatihan lebih dari itu tentu ini hal positif yang patut disyukuri, mengingat peserta akan benar-benar diminta belajar menulis di sini”, tuturnya.
Kegiatan ini dimulai pukul sebelas siang tadi. Suraji Sukamzawi (Program Officer Islam dan Penegakan HAM P3M sekaligus pemateri pelatihan), membuka acara dan kemudian melanjutkan dengan mengagendakan jadwal pelatihan. Jam 11.15-12.15 WIB agenda peserta mendapatkan pengantar menulis, 12.15-13.00 WIB waktunya ISHOMA (Istirahat, Shalat, dan Makan). Setelahnya Peserta akan dibagikan tema dan langsung prakter menulis.
Selain itu Suraji Sukamzawi juga menjelaskan bahwa tujuan pelatihan dan penulisan ini untuk mengumpulkan 10-15 tulisan yang akan diterbitkan pada buletin Ju’mat al-Hikmah. “Perlu diketahui bahwa buletin Jum’at ini akan terbit sebanyak 24 edisi untuk tahun ini, dan sudah delapan edisi yang terbit selama dua bulan ini. jadi masih tersisa 16 edisi. Tapi mengingat jumlah peserta yang hadir sebelas orang, ada sepuluh tulisan tentang Islam dan Hak Asasi Manusia di akhir pelatihan nanti itu saja sudah baik”, katanya. 
Dalam pengantar menulis, Suraji Sukamzawi mengenalkan soal standar penulisan 5 W + 1 H (who, what, where, when, why, dan how). “5 W + 1 H ini standar untuk menulis berita dan buletin tak harus menggunakannya.” tegasnya pada peserta.
Kemudian Suraji menjelaskan juga tentang tulisan fiksi dan non-fiksi. Tulisan fiksi yang biasa dalam bentuk karangan atau imajinasi. Sedang non-fiksi, biasa dalam bentuk dua hal, berita dan opini. Opini sendiri bisa beragam macam; pendapat, artikel, esai, kolom, atau opini sendiri. 
Dalam menulis menurut Suraji ada beberapa hal yang biasa muncul. Pertama, apa yang mau kita tulis? Kedua, mulainya dari mana? Ketiga, bagi teman-teman mahasiswa, dari pengalaman membuat makalah, darimana rujukannya? Keempat, fokus tulisan ada pada masalah apa? Kelima, soal angel tulisan menyoroti dan berangkat dari soal apa? Keenam, Karakteristik tulisan yang bisa dimunculkan. Ketujuh, visi dan misi tulisan yang baik itu seperti apa? Kedelapan, judul dan sub judul tulisan yang menarik itu seperti apa? dan kesembilan kerangka tulisan.
Setelah peserta penulis mendapat pengantar bagaimana menulis, Masykurudin Hafidz kemudian membagikan tema yang bisa ditulis para peserta. “Pelatihan ini memang lebih menekankan aspek praktek daripada teori, tema-tema ini sengaja kami berikan agar peserta langsung belajar menulis, mencari bahan dan menganalisa persoalan apa yang ingin ditulis,” katanya.
Sebelas tema dipilih, juga peserta yang menulis tentang tema itu. 1) Kesehatan Ibu dan Anak (Elya Verawati/Siti Solehah). 2) Pangan, Busung Lapar dan Gizi Buruk (Andez). 3) Perumahan (Ochim). 4) Pertanian (Madeli). 5) Kemiskinan dan Larangan Korupsi (Fuad). 6) Perlindungan Terhadap Buruh Migran (Lukman Hakim). 7) Upah yang Layak Untuk Buruh (Abdul Hakim). 8) Perlindungan Usaha Kecil Menengah (Devi). 9) Hak Atas Pendidikan (Ojan). 10) Hak Hidup; Larangan Membunuh (Ihsan). 11) Air Bersih (Dudung).
Setelah Istirahat, Shalat, dan Makan siang, peserta dengan tema-tema yang diberikan langsung praktek menulis dan dipersilahkan mencari bahan yang tersedia di Perpustakaan P3M, juga di internet. Target hari ini, semua tulisan dapat terkumpul agar sesi besok bisa fokus untuk analisa dan evaluasi tulisan-tulisan itu bersama. 
Menurut Masykurudin Hafidz, pelatihan ini sudah berjalan baik melihat antusiasme peserta. “Antusiasme peserta sudah baik. tentu masih ada kendala juga” katanya.  
Di sela lain, Suraji Sukamzawi menambahkan bahwa kendala itu dirasakan masih cukup berat, terutama soal pengalaman menulis peserta yang minim. “Ada beberapa peserta yang bisa dibilang sudah biasa menulis dengan baik, tetapi beberapa diantaranya masih perlu banyak masukan.” katanya. []
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *