Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar PesantrenPilihan Editor

RMI PBNU dan Inkindo Buka Layanan Konsultansi Pesantren Gratis

160
×

RMI PBNU dan Inkindo Buka Layanan Konsultansi Pesantren Gratis

Sebarkan artikel ini
RMI
RMI PBNU dan Inkindo menghadirkan layanan konsultansi pesantren gratis melalui Digdaya Pesantren untuk mendukung infrastruktur dan tata kelola.

P3M.OR.ID. RMI PBNU dan Inkindo menghadirkan layanan konsultansi pesantren gratis melalui platform Digdaya Pesantren. Program ini memberi akses pendampingan profesional bagi pesantren yang mengembangkan infrastruktur dan tata kelola lembaga. Peluncuran layanan berlangsung di Pesantren Darul Ma’arif, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 21 Agustus 2026. RMI PBNU dan Inkindo meluncurkan program tersebut dalam rangkaian Gerakan Nasional Pesantrenku Aman ke-25.

Layanan ini adalah menjawab kebutuhan pesantren terhadap pendampingan teknis dalam pembangunan. Selama ini, pesantren menghadapi berbagai keputusan penting terkait desain, konstruksi, dan perizinan.Melalui layanan baru tersebut, pengelola pesantren dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga profesional. Konsultan kemudian membantu pesantren memahami kebutuhan dan menentukan langkah pengembangan yang lebih tepat.

Kehadiran layanan gratis juga membuka peluang bagi pesantren dengan sumber daya terbatas. Mereka tetap dapat memperoleh masukan profesional tanpa harus memulai proses konsultasi secara mandiri. Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev menilai pendampingan profesional penting dalam pembangunan pesantren. Menurutnya, pesantren membutuhkan arahan ahli agar pengembangan fasilitas berjalan lebih terukur. “Pesantren membutuhkan pendampingan yang profesional dalam mengembangkan infrastrukturnya. Karena itu, melalui platform ini, pesantren dapat berkonsultasi langsung dengan para ahli sesuai kebutuhan, sehingga pembangunan dan pengembangan pesantren dapat dilakukan dengan lebih terarah dan sesuai standar,” ujar Kiai Hodri, melansir laman nu.or.id.

Tidak Sekadar Menjadi Sistem Administrasi

RMI PBNU menempatkan layanan konsultansi tersebut dalam ekosistem Digdaya Pesantren. Platform itu sebelumnya berfungsi sebagai sistem pendataan dan administrasi pesantren NU yang terpusat. Kini, Digdaya Pesantren mulai menjalankan fungsi yang lebih luas. Platform tersebut menghubungkan pesantren dengan berbagai layanan, keahlian, program, dan sumber daya profesional.

Perubahan fungsi ini menunjukkan arah pengembangan ekosistem digital pesantren. Data dan administrasi tidak lagi berdiri sendiri dalam proses penguatan lembaga. Sebaliknya, sistem tersebut dapat membantu mempertemukan kebutuhan pesantren dengan sumber daya yang relevan. Pendekatan ini berpotensi membuat proses pengembangan lembaga berjalan lebih terarah.Pada tahap awal, layanan konsultansi mencakup infrastruktur, perizinan, dan konstruksi. Pesantren dapat menyampaikan persoalan teknis sesuai kebutuhan masing-masing lembaga.

Pengelola juga dapat berkonsultasi mengenai desain atau pembangunan fasilitas pesantren. Setelah menerima kebutuhan tersebut, pengelola layanan akan mengarahkannya kepada konsultan sesuai bidang keahlian. Ke depan, layanan akan memperluas cakupan konsultansi. Bidang kesehatan lingkungan, pengembangan usaha, kemitraan, dan sektor lain masuk dalam rencana pengembangan. Langkah tersebut penting karena kebutuhan pesantren terus berkembang. Pesantren kini tidak hanya membutuhkan ruang belajar dan asrama. Mereka juga mengelola unit usaha, fasilitas kesehatan, lingkungan, teknologi, dan berbagai kegiatan pemberdayaan. Karena itu, dukungan lintas keahlian semakin relevan.

Siapkan Keahlian Konsultan Profesional

Kolaborasi tersebut melibatkan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia atau Inkindo. Organisasi ini membawa keahlian konsultan profesional untuk mendukung pengembangan pesantren. Ketua Umum Inkindo Erie Heryadi menyatakan kesiapan organisasinya membantu PBNU. Dukungan tersebut terutama menyasar desain pesantren yang memenuhi standar teknis. “Inkindo siap untuk membantu PBNU dalam hal mendesain pesantren yang sesuai dengan standar yang ada, yang bagus, yang baik, yang kuat, yang kokoh,” ujar Erie.

Pernyataan tersebut menegaskan perhatian terhadap kualitas bangunan pesantren. Infrastruktur yang baik dapat mendukung kegiatan belajar, ibadah, dan kehidupan santri. Namun, pembangunan tidak cukup hanya mengejar bentuk bangunan. Pengelola juga perlu mempertimbangkan keselamatan, fungsi, kenyamanan, dan kebutuhan pengguna. Karena itu, konsultasi sejak tahap perencanaan dapat membantu pesantren mengambil keputusan secara lebih matang. Pendekatan tersebut juga dapat mengurangi risiko kesalahan dalam proses pembangunan.

Kerja sama RMI PBNU dan Inkindo tidak berhenti pada layanan konsultansi. Kolaborasi tersebut juga membuka peluang kerja praktik bagi santri.Erie menyebut kesempatan itu sebagai bagian dari dukungan terhadap pengalaman profesional santri. Santri dapat memperoleh gambaran langsung mengenai lingkungan kerja dan praktik profesional. “Menjadi tempat kerja praktik bagi para santri yang ingin kerja praktik di dunia pekerjaan,” lanjut Erie. Peluang tersebut dapat mempertemukan pendidikan pesantren dengan kebutuhan dunia kerja. Santri memperoleh kesempatan mengembangkan pengalaman di luar pembelajaran formal. Selain itu, pengalaman kerja praktik dapat memperluas wawasan dan jaringan profesional santri. Langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan pesantren untuk menyiapkan lulusan yang adaptif.

Kerja Sama Mencakup Banyak Bidang

RMI PBNU dan Inkindo juga membangun kerja sama dengan cakupan yang lebih luas. Dukungan tersebut mencakup penguatan kapasitas, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola, dan digitalisasi. Bidang ekonomi serta sektor pengembangan lain juga masuk dalam ruang lingkup kolaborasi. Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik pesantren.

Pendekatan lintas bidang menjadi penting dalam transformasi pesantren. Lembaga pendidikan membutuhkan sistem pengelolaan yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, pengembangan infrastruktur tetap menjadi bagian penting. Fasilitas yang aman dan sesuai kebutuhan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Karena itu, konsultasi profesional dapat menjadi salah satu instrumen pendukung. Pesantren dapat memperoleh perspektif teknis sebelum mengambil keputusan strategis.

Layanan konsultansi tersebut juga membawa pesan tentang pentingnya perencanaan. Pesantren dapat meminta pendampingan sejak tahap awal sebelum memulai pembangunan. Dengan perencanaan yang matang, pengelola dapat memetakan kebutuhan secara lebih jelas. Mereka juga dapat menyesuaikan desain dengan fungsi dan kemampuan lembaga. Selanjutnya, proses pembangunan dapat mengikuti kebutuhan yang sudah teridentifikasi. Pendekatan tersebut membuat pengembangan pesantren lebih terukur dan profesional.

Pesantren yang membutuhkan layanan dapat menghubungi WhatsApp konsultansi di nomor **+62 851-1150-1926**. Pengelola cukup mengirim pesan dan menjelaskan kebutuhan yang ingin mereka konsultasikan.  Pesantren dapat menyampaikan persoalan terkait desain, konstruksi, infrastruktur, atau perizinan. Pengelola juga dapat menjelaskan kebutuhan pengembangan lain yang membutuhkan pendampingan ahli. Setelah itu, tim akan mengarahkan kebutuhan tersebut kepada konsultan yang sesuai. Proses tersebut memungkinkan pesantren memperoleh pendampingan berdasarkan bidang keahlian yang relevan

Mudahkan Pesantren Mendapat Pendampingan

Model layanan tersebut menawarkan akses yang sederhana bagi pengelola pesantren. Mereka tidak perlu mencari konsultan secara terpisah untuk menyampaikan kebutuhan awal. Layanan ini juga dapat membantu pesantren menyusun rencana pengembangan secara lebih sistematis. Dengan begitu, keputusan pembangunan dapat mempertimbangkan aspek teknis sejak awal.

Pada akhirnya, kualitas infrastruktur berkaitan langsung dengan kenyamanan warga pesantren. Bangunan yang baik juga mendukung aktivitas pendidikan dan kehidupan santri. Peluncuran layanan konsultansi menambah fungsi Digdaya Pesantren dalam ekosistem NU. Platform tersebut kini menghubungkan administrasi dengan kebutuhan pengembangan lembaga. RMI PBNU dan Inkindo menunjukkan bahwa transformasi pesantren membutuhkan kolaborasi lintas keahlian. Pesantren dapat memanfaatkan jaringan profesional untuk menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Program ini juga membuka peluang penguatan kapasitas santri melalui pengalaman profesional. Karena itu, manfaat kerja sama dapat menyentuh infrastruktur sekaligus pengembangan sumber daya manusia. Ke depan, perluasan bidang konsultansi akan menentukan sejauh mana layanan tersebut menjawab kebutuhan pesantren. Namun, langkah awal ini menunjukkan upaya menghadirkan akses profesional secara lebih dekat.

Dengan layanan gratis tersebut, pesantren memiliki ruang untuk berkonsultasi sebelum mengambil keputusan penting. Pada akhirnya, pendampingan profesional dapat membantu pesantren tumbuh secara aman, matang, dan berkelanjutan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.