Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar TerkiniPilihan Editor

SAKA Pesantren Siapkan Roadshow Nasional untuk Wujudkan Pesantren Aman dan Ramah Anak

202
×

SAKA Pesantren Siapkan Roadshow Nasional untuk Wujudkan Pesantren Aman dan Ramah Anak

Sebarkan artikel ini
pesantren
Alissa Wahid dorong penguatan sistem perlindungan santri di pesantren melalui perubahan sistem untuk mencegah kekerasan sejak dini. ( foto dok IG @alissa_wahid)

P3M.OR.ID. SAKA Pesantren PBNU terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi santri. Komitmen itu mengemuka dalam rapat kerja yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta pada Selasa, 26 Mei 2026. Salah satu agenda utama yang menjadi kesepakatan dalam pertemuan tersebut adalah pelaksanaan roadshow pesantren aman ramah anak di sejumlah daerah di Indonesia.

Ketua SAKA Pesantren PBNU, Alissa Wahid, menjelaskan bahwa rapat kerja tersebut berfokus pada pematangan berbagai persiapan sebelum program roadshow dilaksanakan. Kegiatan itu menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat budaya perlindungan anak di lingkungan pesantren. “Kami dalam waktu dekat akan melakukan roadshow ke berbagai pesantren,” kata Alissa melansir laman nu.or.id.

Roadshow tersebut tidak hanya menjadi forum sosialisasi. SAKA Pesantren juga menyiapkan berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan banyak unsur di lingkungan pesantren. Program itu akan menghadirkan halaqah yang diikuti para pengasuh dan pengurus pesantren. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pelatihan yang menyasar ustadz, ustadzah, musrif, musrifah, hingga santri senior. SAKA Pesantren turut merancang kegiatan pendukung berupa pameran dan deklarasi bersama. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, organisasi berharap dapat memperkuat kesadaran seluruh elemen pesantren tentang pentingnya menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak.

Menurut Alissa, tujuan utama program tersebut adalah membangun pesantren yang bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Ia menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang santri secara optimal. “Keinginan kita, pesantren itu bebas dari kekerasan dan pesantren ramah anak. Jadi, fokusnya pada rencana tersebut,” ujarnya. Selain menyiapkan pelaksanaan roadshow, SAKA Pesantren juga sedang merumuskan konsep yang lebih jelas mengenai pesantren aman dan ramah anak. Pembahasan itu mencakup karakteristik, indikator, serta standar yang dapat menjadi acuan bagi pesantren di seluruh Indonesia.

Langkah Penting

Langkah tersebut menjadi penting karena setiap pesantren memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda. Dengan adanya indikator yang terukur, pesantren dapat memiliki pedoman yang lebih jelas dalam membangun sistem perlindungan anak. “Sebetulnya yang disebut pesantren aman ramah anak itu seperti apa. Dan kita sudah menemukan beberapa hal yang menjadi ciri-ciri karakter dari pesantren aman ramah anak. Nanti tunggu tanggal mainnya,” katanya.

Rencananya, roadshow akan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026. Kegiatan itu menyasar empat wilayah besar yang memiliki basis pesantren cukup kuat, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan sejumlah daerah di luar Pulau Jawa. Meski demikian, lokasi pelaksanaan masih dalam tahap koordinasi dengan para pengasuh pesantren yang akan menjadi tuan rumah kegiatan. SAKA Pesantren ingin memastikan seluruh agenda dapat berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. “Di mana titiknya tentu kita masih izin dulu kepada pengasuh pesantren,” ucapnya.

Roadshow ini juga akan menjadi ruang berbagi praktik baik antarpesantren. Pesantren yang telah memiliki sistem pencegahan kekerasan dan perundungan akan ada kesempatan untuk mempresentasikan pengalaman mereka. Dengan cara itu, pesantren lain dapat mempelajari langkah-langkah yang telah terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan yang aman. Alissa mengungkapkan bahwa dalam rapat kerja tersebut peserta telah mendengar sejumlah pengalaman dari pesantren yang dinilai berhasil menerapkan mekanisme perlindungan santri. Beberapa di antaranya berasal dari Pesantren Al Muayyad Solo dan Pesantren Krapyak. “Misalnya pesantren yang sudah punya mekanisme pencegahan kekerasan, pencegahan perundungan atas santri. Tadi kita mendengar sharing dari pesantren Al Muayyad Solo dan Krapyak,” jelasnya.

Dokumen Penting

Tidak hanya fokus pada kegiatan lapangan, SAKA Pesantren juga menyiapkan sejumlah dokumen penting terkait pencegahan kekerasan di pesantren. Dokumen tersebut meliputi modul pembelajaran dan standar operasional prosedur atau SOP yang nantinya dapat menjadi referensi bagi pesantren. Hasil pembahasan tersebut akan dibawa ke forum Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama. Selanjutnya, harapannya materi tersebut dapat menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas dalam forum Muktamar NU.

Alissa menilai dukungan organisasi yang kuat akan mempercepat lahirnya kebijakan yang mendorong perlindungan anak di lingkungan pesantren. Karena itu, berbagai rekomendasi hasil rapat kerja akan disiapkan secara matang sebelum diajukan ke forum-forum strategis organisasi. “Iya, kami akan menyiapkan bahan-bahan tersebut supaya menjadi pembahasan di komisi program dan organisasi, nanti muncul di sana,” pungkasnya. Melalui roadshow nasional dan penyusunan standar perlindungan anak, SAKA Pesantren berharap semakin banyak pesantren mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan dan perundungan. Langkah tersebut sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara sehat dan berkarakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.