Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar PesantrenPilihan Editor

RMI PBNU Dorong Transformasi Digital Pesantren Hadapi Era AI

621
×

RMI PBNU Dorong Transformasi Digital Pesantren Hadapi Era AI

Sebarkan artikel ini
RMI
Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) menekankan pentingnya transformasi pesantren melalui adaptasi terhadap perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi ( foto ist)

P3M.OR.ID. Menghadapi era Artificial Intelligence, atau kecerdasan buatan, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) mempertegas komitmennya untuk melakukan transformasi digital besar-besaran pesantren. Menurut RMI, adaptasi teknologi menjadi agenda utama agar lembaga pendidikan tradisional ini tetap relevan bagi santri dan masyarakat.

Anggota RMI PBNU, Ulun Nuha, menyebut bahwa pesantren merupakan institusi pendidikan yang memiliki akar sejarah sangat kuat. Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 42 ribu pesantren, dengan 28 ribu di antaranya berafiliasi langsung ke Nahdlatul Ulama. Sejak abad ke-13, pesantren telah membuktikan ketangguhannya dalam mencetak generasi unggul.

Meskipun memiliki tradisi kuat, pesantren tidak boleh menutup mata terhadap perubahan zaman. Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menjadi tantangan nyata bagi dunia pendidikan saat ini. Ulun Nuha menekankan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi penentu keberlangsungan sebuah lembaga.

Gempuran Teknologi

“Kita pahami bersama, yang akan bertahan bukan yang paling kuat atau paling pintar, melainkan yang paling adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, pesantren juga harus lulus tantangan relevansi dan mampu beradaptasi,” ujar Ulun Nuha saat Rapat Kerja (Raker) di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta (10-11/1/2026) Selain itu RMI PBNU menginginkan agar output atau lulusan pesantren siap menghadapi perubahan global yang luar biasa cepat. Santri harus menguasai teknologi tanpa kehilangan identitas keislaman mereka yang moderat.

Raker bertajuk “Konsolidasi dan Transformasi Organisasi untuk Khidmah Prima” ini menjadi pijakan awal kepengurusan lima tahun ke depan. Selain membahas teknologi, RMI PBNU juga melakukan penyegaran organisasi. Melansir laman nu.or.id. selama setahun terakhir, RMI PBNU telah mencatat berbagai pencapaian strategis. Pencapaian itu antara lain adalah peresmian Standar Pendidikan Pesantren Guru (SPPG) NU. Kemudian ada program beasiswa menuju Maroko dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Ada juga kerja sama strategis dengan BPOM dan Universitas Terbuka dan lampanye anti-kekerasan melalui pembentukan Satgas SAKA Pesantren. Selanjutnya adalah program Smart Pesantren yang fokus pada pelatihan digital dan tata kelola keuangan.

Program Strategis Masa Depan Pesantren

RMI PBNU telah menyiapkan tiga pilar program utama untuk masa depan. Pertama, literasi finansial bagi santri menjadi prioritas agar lulusan pesantren cakap dalam mengelola ekonomi. Kedua, pendampingan legalitas bangunan pesantren melalui Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan kemudahan izin mendirikan bangunan.

Pilar ketiga adalah penguatan perlindungan santri melalui Asosiasi Pesantren Anak-anak. RMI PBNU akan memperkuat Satgas SAKA Pesantren dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas. Program Training of Trainers (ToT) akan memastikan setiap pesantren mampu mereplikasi modul perlindungan santri secara mandiri. Langkah-langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan pesantren yang aman, modern, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Aswaja.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.