Pendidikan Quote Gus Dur
KabarKabar TerkiniPilihan Editor

Wujudkan Fasilitas Pesantren Ideal Melalui Sedekah Gambar

478
×

Wujudkan Fasilitas Pesantren Ideal Melalui Sedekah Gambar

Sebarkan artikel ini
Baznas
menteri Agama saat menijau lokasi kejaidan di pPondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo ( Foto kemenag.go.id)

P3M.OR.ID. Musibah runtuhnya musala di Pondok Pesantren Al-Khozini, Sidoarjo, menyisakan duka mendalam. Insiden tersebut menelan puluhan korban santri mendapatkan respon banyak pihak. Untuk itu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar pesantren dan seluruh pihak terdampak. Selain itu BAZNAS mengingatkan bahwa tragedi ini menjadi penting terhadap keamanan dan standar bangunan fasilitas pendidikan.

Di tengah duka, BAZNAS RI mengambil inisiatif untuk  para arsitek, ahli konstruksi, dan tenaga teknik sipil Indonesia. Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional BAZNAS, KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM., mengajak profesional berkontribusi dan mengajak terlibat dalam gerakan mulia bernama Sedekah Gambar. program ini adalah upaya kolaboratif dengan tujuanmeningkatkan kualitas infrastruktur pesantren.

“Banyak pesantren dan lembaga pendidikan sosial memiliki lahan luas. Potensi mereka besar untuk berkembang. Namun, mereka sering terkendala biaya. Biaya penyusunan desain, tata ruang, blue print, hingga maket pembangunan. Inilah saatnya para profesional bidang arsitektur dan konstruksi berkontribusi. Mereka bisa bersedekah ilmu dan desain. Ini bisa menjadi amal jariyah. Bahkan, dapat dikonversikan sebagai bagian dari zakat maal. Baik perorangan maupun perusahaan,” ujarnya pada Rabu (1/10/2025).

Siap Fasilitasi

BAZNAS RI siap memfasilitasi gerakan Sedekah Gambar. Lembaga ini akan menjadi jembatan kebaikan. BAZNAS akan menghubungkan para donatur profesional. Mereka akan bertemu pesantren atau lembaga pendidikan sosial yang membutuhkan. Kolaborasi ini sangat penting. Ini demi mewujudkan fasilitas pendidikan yang layak dan aman.

Inisiatif Sedekah Gambar diharapkan menciptakan sinergi positif dan akan menjalin kolaborasi kebaikan antara dunia profesional, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Manfaatnya sangat besar. “Ini bukan hanya soal pembangunan fisik. Akan tetapi juga membangun masa depan generasi bangsa. Setiap goresan desain, setiap rancangan konstruksi yang disedekahkan akan menjadi amal jariyah. Pahalanya akan terus mengalir tanpa henti,” tambah Achmad Sudrajat.

Gerakan ini merupakan solusi konkret yang dapat memperkuat infrastruktur pendidikan Islam. Selain itu juga meringankan beban pesantren. Seperti diketahui banyak pesantren ingin membangun fasilitas., namun, mereka terbatas secara finansial. Sedekah Gambar membuka jalan bagi mereka. Pesantren dapat memiliki bangunan yang sesuai standar. Ini tentu meningkatkan kualitas pendidikan santri.

Peran Kementerian Agama: Pengawasan Ketat Pembangunan Pesantren

Musibah di Pondok Pesantren Al Khoziny menarik perhatian pemerintah. Tidak selang beberapa lama, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, meninjau langsung lokasi kejadian. Menag berkomitmen memperkuat pengawasan pembangunan gedung pesantren. Ini penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.” Peristiwa ini pembelajaran buat kita semua, utamanya di lingkungan pondok pesantren. Saya selaku Menteri Agama akan memberikan perhatian khusus. Perhatian ini tentang pembangunan fisik pesantren. Kita harus memastikan pembangunan sesuai standar berlaku,” kata Nasaruddin, Selasa sore, 30 September 2025.

Menag Nasaruddin Umar juga menegaskan pentingnya pembangunan fisik pondok pesantren sesuai standar. Ke depan, lanjut Menag, pihaknya akan bertindak lebih tegas. Salah satunya adalah memperkuat pengawasan pembangunan di lingkungan pesantren. Perhatian khusus diberikan pada aspek fisik dan teknis bangunan. Semua harus memenuhi standar konstruksi dan keselamatan. “InsyaAllah ke depan kita akan menciptakan kondisi. Pembangunan pondok pesantren harus sesuai standar pemerintah. Kita sudah punya aturannya. Tinggal bagaimana mematuhinya,” jelas Nasaruddin.

Menteri Agama mengakui ada tantangan. Tidak sedikit pondok pesantren pembangunannya secara gotong royong. Pembangunan melibatkan para santri dan masyarakat. Menurutnya hal ini sering luput dari pengawasan teknis memadai. Kondisi ini harus diubah. Setiap pembangunan harus melewati proses standar. Keselamatan para santri adalah prioritas utama. Kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dan profesional menjadi penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inspiratif bagi generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini adalah toko demo untuk tujuan pengujian — tidak ada pesanan yang harus dipenuhi.