KabarKabar PesantrenPilihan Editor

Program Santri Tani Milenial Diluncurkan Wamentan

93
×

Program Santri Tani Milenial Diluncurkan Wamentan

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Harvick Hasnul Qolbi.

Harapannya dari Program Santri Tani Milenial ini pondok pesantren mampu mengembangkan dirinya pada sektor produksi pertanian serta perdagangannya yang baik dari hulu sampai hilir

 

P3M.OR.ID. Program Santri Tani Milenial diluncurkan oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Harvick Hasnul Qolbi. Harapannya dengan program ini pondok pesantren mampu mengembangkan dirinya pada sektor produksi pertanian serta perdagangannya dari hulu sampai hilir

Menurut Harvick Hasnul Qolbi program Santri Tani Milenial merupakan upaya serius Kementan dalam regenerasi sektor pertanian. Hal ini sekaligus menjawab mampu mengatasi tantangan produktivitas di sektor pertanian.

“Harapannya melalui Santri Tani Milenial pondok pesantren mampu mengembangkan dirinya pada sektor produksi pertanian serta perdagangannya. Baik dari hulu sampai hilir,” ujar Harvick saat berkunjung di Pondok Pesantren Karang Kadempel di Desa Jiwan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Selasa.

Santri Tani Milenial

Selain itu Wamentan menyebut program Santri Tani Milenial adalah bagian dari mengajak para santri dan keluarga pondok pesantren untuk aktif terlibat dalam kegiatan ketahanan pangan. Selain itu, lanjutnya, program tersebut juga mendorong kalangan para santri untuk produktif dan menjadi pengusaha di bidang pertanian maupun peternakan. “Harapannya, pesantren bisa mendorong produktivitas pertanian dan menghasilkan banyak ‘entrepreneur’ muda di bidang pertanian,” katanya.

Menurut Harvick, tantangan ke depan sektor pangan harus menjadi perhatian utama dan Indonesia bisa menjadi leader di sektor pangan. “Pesantren merupakan sebuah basis yang saya yakini mampu menelurkan generasi penerus yang baik dengan akhlakul karimah.

Harvick juga menyebut kualitas pertanian Indonesia bisa bersaing dengan negara Eropa. Oleh karena itu pihaknya bakal membuktikan produksi tanam dapat menghasilkan nilai yang maksimal. “Kami buktikan bahwa produksi ini bisa tinggi dulu. Setelah itu soal tata niaganya, baru mengembangkan harga jual. Sehingga tentu berimbang antara petani, peternak perkebunan, sampai ke rumah tangganya atau tingkat kesejahteraan warga,” ungkapnya/

Dalam kunjungan tersebut Wamentan Harvick juga melakukan penanaman pohon bersama kiai dan pengurus di lingkungan pondok pesantren setempat. kemudian Wamentan Harvick juga memberikan pemaparan kepada ratusan santriawan dan santriwati yang ada pada lingkungan ponpes setempat.

Kegiatan tersebut mendapat tanggapan antusias dari para santri. Bahkan, santri setempat telah melakukan penanaman sejumlah komoditas sayuran untuk memenuhi kebutuhan pondok pesantren sendiri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *