Panen Padi Organik. Program Community Development P3M
0

P3M Online – Imam Thoha, Koordinator CD P3M bersama Saifuddin dan Shodri Nasori sedang mengunjungi lokasi pemberdayaan padi organik di Karawang. Kesungguhan mereka ternyata sudah membuahkan hasil yang cukup memuaskan.

Penanaman padi yang biasa dilakukan para petani dengan menggunakan pupuk kimia ternyata dirasakan mereka membuat  tanah sawah semakin keras (tandus).  Sehingga alternatif baru harus ditemukan kembali untuk memulihkan kesuburannya.

Tanah yang sudah terbiasa dengan pupuk kimia juga tidak bisa dilepaskan begitu saja, Imam Thoha menyampaikannya, saat ditengah masyarakat petani. Untuk memulihkan kesuburan tanah memerlukan waktu yang lumayan membutuhkan kesabaran.  Akan tetapi jika tidak  segera dimulai tentu tidak akan ada harapan pemulihan kesuburan tanah-tanah tersebut.

Hal inilah yang melatar belakangi keseriusan Koordinator Community Development untuk membangun peningkatan ekonomi warga petani dan kebersamaan warga dalam beraktifitas.

Kini kerja mereka telah membuahkan hasil.  Sawah yang biasanya menghasilkan 3 ton per hektar ketika menggunakan pupuk kimia, setelah melalui penyadaran kepada warga petani Karawang untuk menggunakan pupuk organik, sekarang dapat mengasilkan sampai 7 ton untuk jenis padi pandanwangi dan 6,5 ton untuk jenis padi ciherang.  Pemberdayaan serupa juga dilakukan di daerah Madiun, Banyuwangi dan Sukabumi, kata Syaifuddin.

Dalam waktu yang berbeda, Saifuddin  menyampaikan cara-cara menggunakan pupuk organik pada tanah yang sudah terbiasa atau kecanduan dengan pupuk kimia, di antaranya adalah mengurangi pupuk kimia secara bertahap.  Sebagaimana yang dilakukan di Karawang, tanah yang biasa diberikan pupuk kimia antara 5 sampai 7 kwintal setiap satu masa tanam, kemudian hanya diberikan 1, 5 kwintal dan untuk selanjutnya bisa sama sekali tidak memakai pupuk kimia sama sekali.

Selain itu, Sistem penamannya juga berbeda, Saifuddin menambahkan, jika sistem biasa penanaman memerlukan 3 sampai 5 batang pertancapan, tapi dengan sistem ini hanya memerlukan satu batang.  Dan hasilnya bisa dilihat sendiri, sistem biasa yang tadinya 3 – 5 batang tiap tancap hanya bisa beranak sampai 15 batang, tapi dengan sistem penanaman organik ini hanya dengan satu batang bisa beranak sampai 35 batang. (cd-iik)

Redaksi P3M

Gerakan Anti Korupsi (GAK) Berbasis Pesantren

Previous article

Banyuwangi Panen Padi Organik

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita