P3m Bondowoso
0

P3M Online – Tim Perhimpunan Pengembangan Pesantren Dan Masyarakat (P3M) Bondowoso menggelar kajian di Aula Diskoperinda Bondowoso, Sabtu (15/12/2018).

Mereka membahas pemberdayaan ekonomi untuk kesejahteraan umat. Kegiatan itu dihadiri oleh Abdul Waid, Pengurus P3M Jakarta pusat, Wayan Wiswsa, BPKAD Bondowoso, perwakilan pengurus Remaja Masjid dari Desa Karang Anyar Kecamatan Tegalampel, Desa Kapuran Kecamatan Wonosari, Desa Cangkring dan Desa Grujugan Kecamie.

Dalam kajian itu, tim P3M Bondowoso mempersentasikan draf hasil input informasi tetang problem kesejahteraan ekonomi umat di Bondowoso.

Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, Harga Sembako di Blitar Masih Stabil
Pengurus P3M Jakarta, Abdul Waid menyampaikan, bahwa lembaganya sudah sejak lama konsen di dalam program pengembangan ekonomi umat.

“Jika berbicara langsung masalah-masalah agama, maka harus bersentuhan langsung dengan persoalan -persoalan umat,” ungkapnya, Sabtu (15/12/2018).

Masalah yang timbul menurut Waid, misalnya masalah pendidikan, kesejatan sosial, dan kesehatan. Jika agama ingin memiliki simpati dari masyarakat, maka harus mempu menyelesaikan masalah yang bersifat keumatan. Sebab, agama ada untuk memberikan rahmat umtuk seluruh alam.

Kata Waid, P3M hadir untuk memberikan solusi dalam menangani persoalan keumatan melalui pemberdayaan pesantren, masjid dan ormas baik NU dan Muhammadiyah.

“Yang menjadi sasaran probram P3M adalah masyarakat miskin, perempuan yang sering mendapatkan diskriminasi dan marginal baik di kota mau pun di pelosok Desa,” katanya.

Harapanya, output dari progam ini akan sampai pada perumusan masalah dan tawaran masalah kemudian memunculkan rekomendasi, serta tawaran solusi kepada pemerintah daerah agar persoalan ekonomi umat bisa terselesaikan dengan baik.

Selain itu, agar umat mendapatkan peningkatan alokasi dana untuk program peningkatan ekonomi umat di setiap daerah.

“Program itu berjalan di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Bondowoso, Gunung Kidul di Jogja, Lebak Bulus di Banten, dan Bogor di Jawa Barat,” pungkasnya.

 

Sumber: SuaraIndonesia.co.id

Redaksi P3M

Yang Istimewa di Hari Disabilitas Internasional (HDI)

Previous article

Polri Ungkap Terorisme Masih Menjadi Ancaman Utama di Tahun 2019

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita