Artikel

KH Sahal Mahfudz Ulama yang Langka

76
×

KH Sahal Mahfudz Ulama yang Langka

Sebarkan artikel ini
KH. Sahal Mahfudz

RMI NU, Media Pesantren,
JAKARTA — Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Dr KH Ali Mustafa Yakub MA menilai ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, almarhum KH Sahal Mahfudz merupakan ulama yang langka.

Menurut pakar hadis dan pengasuh Pesantren Darussunnah Ciputat ini, ulama terbagi ke dalam tiga type. Pertama, ulama yang bisa membaca dan memahami kitab kuning serta bisa menulis kitab kuning. Ulama jenis ini jumlahnya sangat sedikit, seperti pyramid terbalik. 



”Almarhum KH Sahal Mahfduz, merupakan ulama jenis ini yang jumlahnya memang sangat langka,” ungkap Prof Ali Mustafa Yakub kepadaRepublika, Jumat (24/1). 



Ulama jenis Kedua, kata Ali, ialah ulama yang bisa membaca dan memahami kitab kuning, tapi tidak bisa menulis kitab kuning. Jumlah ulama jenis ini lebih banyak dari jenis ulama pertama.



Ketiga adalah ulama yang tidak bisa membaca dan memahami kitab kuning serta tidak bisa menulis kitab kuning. Ulama jenis ini bisa memahami hanya dari kitab-kitab terjemahan. Jenis ulama seperti ini lebih banyak lagi.



Prof Ali Mustafa mengaku memantau kondisi almarhum KH Sahal Mahfudz sejak dirawat di Rumah Sakit Karyadi Semarang. Kemudian dibawa pulang ke rumahnya.



”Seorang ponakan almarhum Senin lalu, memberitahu kalau KH Sahal Mahfudz sudah koma. Lalu, Selasa dan Rabu kondisinya membaik. Kemudian saya dapat kabar dari keluarganya, kalau almarhum sangat tergantung alat-alat medis,” paparnya.



Dalam pandangan pakar hadis ini, dalam bidang politik almarhum terlihat sangat netral. Almarhum dalam bidang politik tidak memihak ke mana-mana. Almarhum mendudukkan dirinya sebagai ulama yang mengayomi umat.



Maklum, kata Prof Ali, di Indonesia terlalu banyak partai. ”Penafsiran saya, kalau almarhum masuk ke sebuah partai, maka akan mengotakkan diri. Karena itu, almarhum tidak mengkotakkan diri dalam sebuah partai,” ujarnya.



Ulama untuk konteks indonesia, kata dia, ketika masuk menjadi caleg, maka selalu langkahnya politis. ini salah satu kerugian seorang ulama mengkotakkan diri dalam satu partai, sehingga terkesan selalu pencitraan tersys. ”Karena itu, almarhum tidak mengkotakkan diri. Ini pensiran saya,” ujarnya.

Post: Republika
Link: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/01/24/mzw1jj-almarhum-kh-sahal-mahfudz-ulama-yang-langka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *