Artikel

Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memaksa

29
×

Gus Mus: Dakwah itu Mengajak, Bukan Memaksa

Sebarkan artikel ini
KH. Mustofa Bisri (Wakil Rais Aam PBNU) - Dakwa Islam - www.rmi-nu.or.id.jpg
Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Mustofa Bisri 

RMI NU, Media Pesantren,

Rembang – Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri atau Gus Mus menyampaikan, maksud dari dakwah adalah mengajak, bukan memaksa apalagi memusuhi.
“Banyak yang tidak tahu dan salah menerapkan ayat Quran dalam berdakwah. Perintah dakwah itu ayatnya Ud’u ila sabili robbika bilhikmati wamauidzotil hasanah (Ajaklah kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan tutur yang baik) bukan menggunakan dalil Amar ma’ruf nahi munkar. Mengajak juga tidak perlu maf’ul bih, karena sudah jelas, kalau diibaratkan penumpang bis, yang diajak ya yang belum naik bis, bukan yang sudah naik bis.” tutur KH Mustofa Bisri (Gus Mus)
Kepada peserta Silaturahmi Nasional Web Admin & IT Developer Aswaja, Ahad (22/12) kemarin Pondok Pesantren Roudlatut Tholibin Rembang. Akhir-akhir ini, dakwah sering dikacaukan dengan amar maruf nahi munkar. 
Padahal dari segi bahasa saja kedua terma itu sudah berbeda. Dakwah itu mengajak, sementara amar itu perintah nahi itu melarang. Dakwah itu mengajak kepada orang yang untuk berada di jalan Allah. 
Hal tersebut disampaikan Gus Mus untuk meluruskan beberapa kesalahpahaman beberapa kalangan Islam. “Banyak orang yang hanya belajar ngaji di Google tapi merasa paling benar sendiri,” lanjut Gus Mus.
Sementara itu Katib PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf dalam pembekalan kepada peserta Silatnas juga berpesan akan perlunya dakwah dengan membangun basis yang kokoh dan berjejaring dalam membangun peradaban baru sebagai strategi pilihannya sebagaimana berjejaringnya kesultanan Islam nusantara pada masa lalu.
Di penghujung acara Hari Usmayadi selaku ketua PPM Aswaja menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta terutama buat teman peserta dari Balikpapan dan NTB yang menunjukkan semangat kesepahaman dan kesamaan tujuan dalam berdakwah Islam di internet. 

Repost: Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *